catatan kecil

July 5, 2009

Myelodysplasia Syndrome

Filed under: Interna,med papers — ningrum @ 12:41 pm

PENDAHULUAN

Sindroma Dismielopoetik (SDM) primer adalah suatu sindrom yang di tandai oleh displasi dari sistem hemopoetik (dysmyelopoesis, dyserthoropoesis, dan dysthrombopoesis), baik tunggal maupun campuran, disertai dengan gangguan maturasi dan diferensiasi yang sebelumnya belum diketahui. Jika penyebabnya diketahui disebut SDM sekunder, misalnya defisiensi vitamin B12 atau defisiensi asam folat, pengobatan sitostatik, dan sebagainya.

SDM pada umumnya terjadi pada usia lanjut dengan rerata umur 60-75 tahun; laki-laki sedikit lebih sering daripada perempuan dan penyebabnya sampai saat ini masih belum diketahui.

SDM primer ini meliputi penyakit-penyakit yang sebelumnya disebut sebagai preleukemia, smouldering leukemia, oligoblastic leukemia, hemopoetic dysplasia, sindrom mielodisplastik, primary acquired sideroblastic anemia. Manifestasi klinisnya disebabkan karena adanya sitopeni, baik tunggal maupun kombinasi, yaitu keluhan-keluhan anemi yang membangkang, perdarahan karena trombopeni, dan adanya granulositopeni dengan segala akibatnya.1

 

MANIFESTASI KLINIS

SDM sering ditemukan pada pasien usia lanjut antara umur 60-75 tahun, dan pada sebagian kasus pada umur < 50 tahun; laki-laki sedikit lebih sering daripada perempuan. Keluhan dan gejala secara umum lebih dikaitkan dengan adanya sitopenia. Umumnya pasien datang dengan keluhan cepat lelah, lesu yang disebabkan anemia. Perdarahan karena trombositopenia dan infeksi atau panas yang dikaitkan dengan leukopenia/neutropeni juga dapat menjadi keluhan pasien walaupun sedikit kurang sering. Pada sebagian kecil dan sangat jarang dari pasien terjadi splenomegali atau hepatomegali.1

 

DIAGNOSIS

Diagnosis SDM dipertimbangkan untuk setiap pasien dewasa yang disertai gejala-gejala sebagai berikut :

  1. Anemi dan/perdarahan-perdarahan dan/febris yang tidak jelas sebabnya dan refrakter terhadap pengobatan.
  1. – Pemeriksaan darah tepi menunjukkan adanya sitopeni dari satu atau lebih sistem darah.

– Adanya sel-sel muda/blas dalam jumlah sedikit (< 30%) dengan atau tanpa monositosis darah tepi.

– Sumsum tulang dapat hipo, normo, atau hiperselular dengan disertai displasi sistem hemopoesis (anomali Pelger-Huet, perubahan megaloblastik, peningkatan ringan sel-sel blas dan sebagainya)

– Namun gambaran-gambaran tersebut tidak dapat dimasukkan dalam diagnosis yang jelas dari penyakit-penyakit lain seperti ITP, leukemi, anemi aplastik, dan lain-lain.

Diagnosis SDM ditetapkan bila ada butir 1 ditambah paling sedikit tiga dari butir 2.

Sebenarnya untuk diagnosis SDM perlu dibantu dengan pemeriksaan pembiakan sel-sel sumsum tulang dan pemeriksaan sitogenetik. Sitogenetik sumsum tulang dapat memberikan informasi prognosis dan adanya abnormalitas kromosom yang merupakan kunci untuk membedakan SDM primer dan sekunder. Kromosom abnormal sumsum tulang ditemukan pada 30 – 50 % pasien SDM de novo. Berbagai kelainan sitogenetik pada SDM termasuk delesi, trisomi, monosomi dan anomali struktur.

 

KLASIFIKASI

Penggolongan SDM menurut kriteria FAB adalah Refractory Anemia (RA), Refractory Anemia with Ringed Sideroblast (RARS), Refractory Anemia with Excessive Blast (RAEB), RAEB in Transformation to Leukemia (RAEBt), dan Chronic Myelo-Monocytic Leukemia (CMML).

Penggolongan lain yang diusulkan WHO untuk SDM adalah Refractory Anemia (RA), Refractory Anemia with Ringed Sideroblast (RARS), Refractory Cytopenia with Multilineage Dysplasia (RCMD), Refractory Anemia with Excessive Blast (RAEB-type 1 = 5 – 9 % blast in blood or marrow and RAEB-type 2 = 10 – 19 % blast in blood or marrow), 5q-syndrome, therapy-related myelodysplastic syndrome, dan Myelodysplastic syndrome unclassified.

SDM seharusnya dibedakan dengan myeloproliferative disorder yang lain dan beberapa variasi dari SDM sekunder termasuk defisiensi nutrisi, proses infeksi, efek obat dan toxic exposures.1

 

TATA LAKSANA

Beberapa regimen terapi telah digunakan pada pasien SDM, tetapi sebagian besar tidak efektif di dalam merubah perjalanan penyakitnya. Karena itu pengobatan pasien SDM tergantung dari usia, berat ringannya penyakit dan progresivitas penyakitnya. Pasien dengan klasifikasi RA dan RAEB pada umumnya bersifat indolent sehingga tidak perlu pengobatan spesifik, cuma suportif saja.1

 

      Cangkok Sumsum Tulang (Bone Marrow Transplatation)

Cangkok sumsum tulang alogenik merupakan pengobatan utama pada SDM terutama dengan usia < 30 tahun, dan merupakan terapi kuratif, tetapi masih merupakan pilihan < 5% dari pasien.

      Kemoterapi

Pada fase awal dari SDM tidak dianjurkan untuk diberikan kemoterapi, umumnya diberikan pada tipe RAEB, RAEB-T, CMML. Sejak tahun 1968 pengobatan ARA-C dosis rendah yang diberikan pada pasien SDM dapat memberikan response rate antara 50 – 75 % dan respons ini tetap bertahan 2 – 14 bulan setelah pengobatan. Dosis ARA-C yang direkomendasikan adalah 20 mg/m2/hari secara drip atau 10 mg/m2/hari secara subkutan setiap 12 jam selama 21 hari.

      GM-CSF atau G-CSF

Pada pasien SDM yang mengalami pansitopeni dapat diberikan GM-CSF atau G-CSF untuk merangsang diferensiasi dari hematopoetic progenitor cells. GM-CSF diberikan dengan dosis 30 – 500 mcg/m2/hari atau G-CSF 50 – 1600 mcg/m2/hari (0,1 – 0,3 mcg/kgBB/hari/subkutan) selama 7 – 14 hari.

      Lain-lain

Piridoksin, androgen, danazol, asam retinoat dapat digunakan untuk pengobatan pasien SDM. Piridoksin dosis 200 mg/hari selama 2 bulan kadang-kadang dapat memberikan respon pada tipe RAEB walaupun sangat kecil. Danazol 600 mg/hari/oral dapat memberikan response rate 21 – 33 % setelah 3 minggu pengobatan.1

 

 

FAKTOR RESIKO

Faktor resiko untuk berkembangnya MDS antara lain :

      Usia. Studi populasi di Inggris menemukan bahwa secara kasar insiden meningkat dari 0,5 dalam 100.000 populasi yang berusia dibawah 50 tahun menjadi 89 dalam 100.000 populasi pada orang yang berusia 80 tahun atau lebih.

      Predisposisi genetik. Sindrom familial telah dilaporkan, namun jarang.

      Paparan lingkungan. Khususnya dengan Benzene dan pelarut kimia lainnya.

      Terapi sebelumnya. Termasuk pengobatan radiasi dan agen kemoterapi lainnya.2

 

PROGNOSIS DAN INDIKATOR PROGNOSIS

Pada sebagian besar SDM mempunyai perjalanan klinis menjadi kronis dan secara bertahap terjadi kerusakan pada sitopeni. Survival sangat bervariasi dari beberapa minggu sampai beberapa tahun. Kematian dapat terjadi pada 30 % pasien yang progresif menjadi AML (Acute Myelogenic Leukemia) atau bone marrow failure.1

     Indikator prognosis yang baik pada MDS :

      Usia lebih muda

      Normal atau berkurangnya trombosit dan neutrofil dalam jumlah sedang

      Jumlah sel blas yang rendah pada sumsum tulang (< 20 %) atau tidak dijumpainya sel blas di dalam darah

      Tidak dijumpai Auer Rods

      Kumpulan sideroblas

     Indikator prognosis yang buruk pada MDS :

      Usia lanjut

      Neutropenia dan trombositopenia yang berat

      Jumlah blas yang tinggi pada sumsum tulang (20 – 29 %) dan dijumpai sel blas di dalam darah

      Dijumpai Auer Rods

      Tidak ditemukannya kumpulan sideroblas3

About these ads

51 Comments »

  1. mbak ningrum, saya mau tanya untukpengobatan MDS sendiri bagaimana dan dimana? Suami saya lagi divonis MDS berat dengan Trombosit 36.000 dan erytrocyt 2,15juta/ul. MCV 105,8 fL

    Comment by riana — July 8, 2010 @ 6:35 pm | Reply

    • mbak riana.. pengobatan MDS biasanya dilakukan di RS oleh Internis. coba mbak riana konsultasikan ke Internis untuk penjelasan lebih lanjut. biasanya Internis dengan subspesialisasi hematologi akan bisa memberikan penjelasan yang lebih baik..

      Comment by ningrum — July 11, 2010 @ 8:38 am | Reply

  2. kak, aku sangat kasihan melihat kakak ku yang bertahun2 kena animea,,,kemudian sekarang dia malah di ponis terkena penyakit MDS..kata dokter yang mneangani beliau dia harus di kemotrapi atau di operasi sum-sum…. sedangkan mbak ningrum tau sendiri,,biaya itu tidak lah sedikit,,,,menurut mbak langkah yang sebaiknya diambil apa ya mbak,,,,semoga mbak bisa memberi solusi yang baik kepada saya dan kelanjutan hidup kakak saya…maksih mbak///

    Comment by rasyid — September 30, 2010 @ 12:57 pm | Reply

    • rasyid, penanganan MDS memang cuma itu. jadi tidak ada alternatif lain untuk saat ini. memang biayanya mahal sekali. mungkin biaya bisa diringankan dengan adanya donatur. jika tidak diterapi, maka pasien dengan MDS akan terus-menerus membutuhkan transfusi darah, dan biaya transfusi berulang dan berkala juga tidaklah sedikit. maaf, karena saya pribadi tidak mengetahui adanya alternatif lain untuk penanganan penyakit tersebut. semoga rasyid sekeluarga menemukan jalan keluar yang lain ya.. saya hanya bisa mendoakan…

      Comment by ningrum — October 1, 2010 @ 1:43 pm | Reply

  3. Aku ingin berbagi pengalaman aja untuk kawan2ku yg ada disini, semoga pengalamanku ini bisa memberikan info atau membantu. Aku pernah divonis sama Pak Dokter penyakit Myelodysplastic Syndrome atau MDS satu setengah tahun yang lalu. ya Alhamdulillah sekarang sudah sembuh walaupun masih sering cek up. awalnya aku itu punya kebiasaan buruk yaitu sering begadang malam kadang2 malah ga tidur seharian full trus pola makan yang ga teratur, trus juga aku ini siperokok berat. pokoknya pola hidupku kacau mungkin itu yang akhirnya menyebabkan penyakit MDS. Gejala awal yg pernah aku rasain itu lemes, pucat, sering hampir jatuh gara2 mo pingsan ya kaya penyakit anemia gitu.
    Pengobatanya awalnya setiap 2 minggu sekali aku itu di transfusi darah, trus dikasih obat yang diminum dan sampe sekarang aku masih minum obat itu trus juga pengobatan suntik hormon. tadinya sih aku disuruh transpalasi sum sum tulang belakang tapi kata dokternya coba ngasih second opinion di suruh dateng ke dokter Ibu C. Suharti di Telogo RS Rejo Semarang, ya Alhamdulillah kondisiku sudah membaik, sudah bisa beraktifitas seperti biasanya lagi walaupun masih kontrol. Terima kasih aku ucapkan buat ibu suharti yang sudah sabar merawat saya…
    Nikmatnya penyakit yang telah diberikan oleh Allah SWT. ini benar2 menjadikan sebuah pelajaran yang sangat2 berharga bagiku dan kesehatan itu memang mahal harganya makanya selalu jaga kesehatan masing dan banyak2lah berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT..

    Comment by faozan — February 18, 2011 @ 3:30 am | Reply

    • terima kasih sharingnya ya faozan…
      alhamdulillah, kalau penyakit itu menyadarkanmu untuk memiliki pola hidup sehat :)

      Comment by ningrum — February 23, 2011 @ 6:21 am | Reply

    • Anda mungkin berusia di bawah 50 tahun.. sekarang Ibuku berusia 62 tahun dengan penyakit yang sama apakah bisa “diselamatkan” dengan pengobatan sebagaimana yang dilakukan dokter Anda tersebut(setiap dua minggu sekali ditransfusi)?

      Comment by niko — December 14, 2011 @ 4:29 pm | Reply

      • wah, mas niko, saya belum pernah menjumpai kasus MDS dengan usia 62 tahun. coba mas niko konsultasikan pada dokter hematologis yang lebih paham tentang penyakit ini.

        Comment by ningrum — December 17, 2011 @ 10:53 am

    • Kalo boleh tau brp biaya pengobatannya mas ? Apakah hanya satu kali pertemuan ato rutin berobatnya ? Alamat lengkap beliau dimana ya mas, krn saya butuh tuk mengobati mertua saya, Trims mas atas bantuannya

      Comment by molina — April 17, 2012 @ 5:31 pm | Reply

      • Maaf, lupa untuk share terhadap sakitnya Ibunda tercinta.. pada tanggal 29 Februari 2012, rupanya Tuhan lebih mencintai Ibunda kami sehingga Ibunda kami sudah disembuhkan dari segala penyakit yang dideritanya.. Ibunda kami meninggal dunia pada tanggal tersebut.. dan merupakan tugas kita untuk berusaha untuk mengupayakan pengobatan terhadap orang yang kita cintai.. semoga Tuhan akan memberikan karunia kesembuhan bagi yang menderita sakit seperti ini.. tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan… Amin

        Comment by niko — September 26, 2012 @ 5:40 pm

    • alamate dmn dr suharti

      Comment by yuni l — February 7, 2013 @ 5:55 pm | Reply

    • mas sembuh dari mds makanan apa yg bagus utk org sakit mds.. dan makanan apa yg tdk boleh? mksh

      Comment by helti — April 26, 2014 @ 6:44 pm | Reply

  4. Mbak ningrum,ibuku menderita MDS beberapa tahun blkgn, salah satu obat yg dikonsumsi adalah feriprox dan itu sangat mahal, dan suntik hemapho, itu kurang membantu, walaupun dokter (dr. Djumhana) bilang ada perkembangan baik, ibuku selalu tranfusi darah setiap sebulan sekali,dia tranfusi apabila dia sdh merasa detak jantung berdenyut besar dikepala yg membuatnya pusing,lemas.. Apakah penyakit ini bisa disembuhkan? ibuku sudah 61tahun dan aku kasihan melihatnya menderita begini.. Adakah alternatif pengobatan yg sekiranya meringankan beban ibuku? Mohon jawabannya.. Trims

    Comment by rivan septianyah — January 6, 2012 @ 11:20 pm | Reply

    • Nunut share sekalian… Kasus qt sama dik rivan. Sy jg pny ibu seusia ibunya dik rivan,sdh 2 bulan ini menderita MDS dgn trombosit yg sering drop bahkan sp 6000 an jumlahnya pdhl angka normal 150 rb s/p 450 rb. Hampir tiap 2 minggu transfusi trombosit,sdh minum bermacam-macam obat spt sandimun yg notabene masuk golongan sitostatika dan terakhir ini ditambah suntik hemapho 1 minggu 3 kali. Selain itu ditambah herbal juice Tahitian Noni. Tp semua usaha itu sp skrg belum ada perkembangan jg,bhkn yg terakhir ini jarak transfusi jd lbh dekat, 1 minggu sekali. Kira2 ada yg bs bantu kasi saran ga? thx

      Comment by Nonik — January 12, 2012 @ 8:06 pm | Reply

  5. memang. MDS adalah penyakit yang gabisa disembuhin. membaik sih bisa tp ga seratus persen bersih karna ini penyakit gen keturunan. skrg yang harus dilakukan adalah terus mengkonsumsi obat yang menekan zat besi yang dikonsumsi dr makanan, agar zat besi tidak terlampau besar yang bisa membahayakan penderitanya. ibuku skrg berobat di salah satu rumah sakit di Melaka. setelah beberapa kali bolak balik. dokternya bilang bahwa obat yang selama ini dia kasih ga punya efek sama signifikan. jalan satu2nya ya cuma tranfusi. ada obat ampuh yang harganya sekitar 95jt untuk konsumsi 1 bulan. tp belum tentu cocok dan berhasil. ibuku skrg hanya butuh perhatian dari anak2nya dan tentunya doa. mungkin sama yang dialami orang tua anda sekalian. hanya Allah yang Maha Tahu Lagi Maha Pemberi Rezeki.

    Comment by rivanpari — May 8, 2012 @ 12:25 pm | Reply

    • dear rivan,

      mau tanya gimana kabar ibunya sekarang?apakah sudah ada kemajuan untuk sakit mds nya tersebut?

      Comment by Hendra — October 1, 2012 @ 8:25 am | Reply

      • Mas hendra.. Ibuku sehat2 aja krn mmg MDS bukan penyakit yg kelihatan efek fisiknya.. Mungkin cm sering drop krn hb turun dan harus ditranfusi rutin.. Sering jg zat besinya nail karna sering transfusi dan zat besi dr makanan jg. Paling zat besinya diminimalisir dgn obat ferriprox dan sesekali minum teh china jenis oolong ..

        Comment by rivanpari — October 2, 2012 @ 6:57 am

      • kata siapa ga keliatan efek fisiknya? MDS itu jga keliatan efek fisiknya

        Comment by gueee — October 2, 2012 @ 9:05 am

      • Maksud sy mds itu bukan penyakit yg kita harus berbaring lemes kayak penyakit lain selagi rutin minum obat, tranfusi dan hb ga drop.. Buktinya ibu sy masih bisa kegiatan kyk org normal.

        Comment by rivanpari — October 2, 2012 @ 12:48 pm

  6. halo semua…. sekitar 3 minggu yg lalu ibuku di rawat krn ada bercak2 merah spt DB…tp aneh nya ibu ku tdk merasakan apa2 (pusing ataupu demam)… bahkan beliau mengadakan perjalanan dr tasik ke jakarta…. krn penasaran dgn bercak merah yg banyak bahkan smp ke lidah akhir nya ibu ku ke klinik utk berobat, ditengah perjalanan ibu ku pingsan tp cm sesaat dan tanpa di sadari pup darah, tp lagi2 ibuku msh spt biasa, msh sanggup berdiri dan mandi. dan ternyata trombosit ibu hanya 3000, yg akhirnya ibu hrs di opname khawatir DB tp ternyata bukan. Selama perawatan ibu menjalankan transfusi trombosit sebanyak 2 kali dan transfusi darah 1 kali. ibu jg menjalani serangkaian tes darah dan sum-sum tulang belakang. Alhamdulillah semua hasil nya bagus (menurut dr. Djumhana) sekarang ibu ku dlm masa pemulihan, trombosit sdh 286000 (dan lain-lain yg aku gak ngerti… yg kt dokter semua bagus….). semalam aku menemani ibu utk kontrol, aku tanyakan hasil diagnosa, tp dokter sendiri bilang blm ketahuan sakit apa, akhirnya ibuku hrs mengikuti serangkaian tes darah lagi…. ada yg bs menganalisa kira2 apa ya penyebab turunnya trombosit ibu yg sempat mencapai 3000… kira2 ibu ku sakit apa ya…?? dan apa pengubatan nya…?? tks….

    Comment by ade sekarningsih — June 22, 2012 @ 11:52 am | Reply

  7. apakah penyakit MDS itu mematikan?

    Comment by fiiaaa — September 18, 2012 @ 9:27 am | Reply

  8. kebih bahaya mana? penyakit leukemia atau praleukemia

    Comment by winda — September 26, 2012 @ 10:15 am | Reply

    • Ikutan share ya,,udah hampir 3 bulan ini aku jg divonis dokter terkena MDS. Setahuku dari dokter yg menanganiku sih penyakit leukimia itu lebih berbahaya dibandingkan preleukimia soalnya penyakit MDS atau preleukimia jika masih berusia muda itu masih bisa dipacu untuk sembuh, meskipun harus minum obat setiap hari.

      Comment by dwi — October 15, 2012 @ 4:40 pm | Reply

  9. Ibu kami usia 56 tahun, selama Empat tahun ini ibu saya 50 hari sekali harus tranfusi darah 5 sd 6 kantong, karena sumsum tidak mampu memproduksi sel darah merah , mungkin ada solusi untuk ujian pada diri ibu tersebut..?

    Comment by hidayat — October 28, 2012 @ 7:53 pm | Reply

  10. ayah saya juga skitar sbulan ini di vonis kena MDS.. usianya 64 tahun.. mengingat dokter spesialis darah d kota saya belum ada maka di rujuk ke Semarang, Jogjakarta atau Jakarta.. akhirnya kami memilih ke semarang.. semoga seperti yang saudara faozan alami.. semoga ayah saya semakin membaik dalam perawatan DR C Suharti.. (amin).. buat yang berpenyakit MDS atau punya keluarga memderita MDS, mari kita saling support demi kesembuhan orang2 yang kita cintai..

    Comment by d14nm4y451 — December 5, 2012 @ 3:39 pm | Reply

  11. Saya ngikut share yaaa….
    Sekitar 1 1/2 tahun yang lalu saya juga divonis dokter menderita MDS, dan sudah menjalani kemoterapi sebanyak 3 kali. Tapi ternyata tidak ada progress yang berarti. Saya tidak mengkonsumsi obat apapun , hanya disarankan untuk minum Sangobion jika sedang datang bulan. Jika sedang kecapekan dan kurang beristirahat ( khususnya kurang tidur ), kepala terasa pusing dan seluruh badan terasa nyeri. Gejala awal seperti orang yang kena sakit typus. Dan Hb belum pernah mencapai 12. Sekarang saya sedang mencoba mengkonsumsi obat herbal yang meningkatkan sistem imunitas tubuh. Menurut teman-teman, bagaimana ya….?

    Comment by Sani — December 6, 2012 @ 4:41 pm | Reply

    • Ibu saya juga divonis menderita MDS, namun setelah dirawat di Surabaya oleh dokter Made ahli darah di rs. Adi husada Surabaya jln. Undaan wetan, dan diberikan obat golongan Kortikosteroid merk Azol dan Hexillon selama 14 hr hasilnya membaik, hasil darah yg semula jelek jadi normal, namun selalu harus cek darah rutin sebulan sekali utk memastikan MDS tak muncul lagi.

      Comment by Yudianto Dannojaya — May 30, 2014 @ 9:26 pm | Reply

  12. mba sya samsudin, saya sudah hampir 17 tahun kena penyakit MDS tapi 5 bulan terakhir ini trombosite saya turun terus knp ya mba….???
    trz obat apa yg harus saya minum biar trombosit saya ga turun trz…

    Comment by samsudin — January 20, 2013 @ 9:06 am | Reply

    • Mas.. Selama 17tahun mengkonsumsi obat apa ya? Tranfusi darah ga?kalo iya jangka waktunya brp?makasih

      Comment by rivanpari — April 27, 2013 @ 11:05 pm | Reply

      • Rivan, saya barusan share tgl 30 mei 2014 kesaksian Mama saya telah sembuh dgn obat jenis Kortikosteroid merk Azol dan Hexillon dari dokter Made ahli darah di rs. Adihusada, jln. Undaan wetan, Surabaya.praktek pagi jam 9-11

        Comment by Yudianto Dannojaya — May 30, 2014 @ 9:35 pm

  13. ibu saya jg di diagnosa mds, utk mas faozan mohon share nya alamat dr sunarti, makasih

    Comment by yuni l — February 7, 2013 @ 5:29 pm | Reply

    • Setahu saya Dr. C suharti bisa ditemui di RSUP Dr Karyadi atau RS Telogo Rejo mbak yuni…

      Comment by dwi — March 5, 2013 @ 3:26 pm | Reply

      • mohon pencerahan ibu sy usia 65 tahun vonis dokter katanya MDS tiap bulan harus transfusi darah sebanyak 4 sampai 6 labu. Kalau menghubungi Dr. C. Suharti biasanya menghabiskan dana berapa dan berapa lama masa pengobatannya ?

        Comment by yanto — November 12, 2013 @ 3:03 am

  14. saya ikutan ya !
    adakah yayasan MDS yang bisa membantu biaya pengobatan untuk nenek saya yang terkena MDS ?
    umur Nenek saya 63 tahun . tiap 3 minggu sekali harus trasfusi darah , dan harus mengkonsumsi obat penurun zat besi Ferriprox yang harganya sangat mahal . Trims

    Comment by andre — March 8, 2013 @ 11:24 am | Reply

  15. Salam,,,
    Saya punya ponakan umurnya baru sktr 6 bln, dan sekitar 5 hari yang lalu ia masuk RS dan di diagnosa menderita MDS. Setahu saya penderita MDS kebanyakan dialami pada usia lanjut diatas 60 Thn sedangkan usia ponakan saya baru 6 bln. Apakah cara pengobatan/penanganan penyakit MDS bagi ponakan saya sama dengan cara pengobatan/penanganan bagi pasien yang berusia lanjut diatas 60 Thn?Mkasih…

    Comment by Inha — April 27, 2013 @ 9:23 pm | Reply

  16. Dian cute di medan 1 /05 2013
    Ass,
    Mba saya punya abg yang terkena MdS jga, kim berobat sudah 6 rumah sakit dan abg saya udah menjalani operasi tulang sumsum belakang 2 kali,,kemudian kmi berobat ke penang dan abg saya mengkonsumsi obat prensolin dan badannya semakin bengkak dan berat badan nambah 20 kg dalam 1 bulan ne ,,, jadi untuk hb bertambah dan trombosit ga bagus nafsu makan bertambah dan mayang jadi masalah di sni adalah masalah berat badan nya,,,, jadi guna tu mbah atas jawabanya saya ucapakan banyak terima kasih karna sangat berguna untuk abg saya ,,,,, terima kasih mba

    Comment by Dian Tansyah — May 2, 2013 @ 11:31 am | Reply

  17. Mau nanya yaa..
    Nenek saya 80tahun.. Tiba2 didiagnosis kena mds.. Jalan keluar cuman transfusi darah + minum obat.. Karena faktor usia yg sdh tua, tdk memungkinkan buat melakukan kemoterapi.. Sdh berlangsung skitar 3-4 bulan.. Akhirnya terakhir tubuh nenek saya sdh tdk bisa menerima darah dari org lain.. Apakah ada jalan keluar buat kluarga saya.. .? Tolong share klo ada yg tau.. Knp sampai darah dr pendonor sdh ditolak dr tubuh nenek saya.. Thanks..

    Comment by Devi — July 15, 2013 @ 11:10 pm | Reply

  18. dear all, saya senang sekali menemukan forum ini, membahas tentang MDS, jadi bisa ikutan sharing..tiga bulan lalu calon suami saya (usia 25 tahun) didiagnosa kena MDS, walau dokternya blm bisa memastikan, tapi dari gejala2nya sangat mendekati MDS. sampai saat ini sudah 4x tranfusi darah, tiap tranfusi 3 kantong. dia dirawat oleh dokter suryo dari RS PKU Muh Surakarta yang notabene ahli penyakit dalam spesialis darah (praktek juga di RS Dr Sardjito Jogja), obat yang diberikan antara lain prenidsol, cellcep, dan vitamin2…(cellcep ini yg mahal, 1 butirnya sekitar 75rb, sehari minum 2x)…tapi dalam 3 bulan pengobatan (inap dan rawat jalan) obat2 ini tidak menunjukkan perubahan yg signifikan, efek sampingnya tekanan darah jadi tinggi, sampai 140 dan membuat ia pusing serta sakit di leher bagian belakang. sebulan terakhir ini ia semakin lemah, tidak mau makan karena mual sehingga harus diberi obat anti mual, dan obat prenidsol dan cellcep sudah dihentikan karena tidak ngefek apa2. dia sekarang hanya mengkonsumsi madu dan propolis 3x sehari.
    dari teman2 yg pernah punya masalah serupa dan sudah bisa sembuh atau minimal membaik, tolong dishare donk…

    Comment by jessee — July 22, 2013 @ 12:04 am | Reply

    • juli tanggal 22 saya posting seperti diatas…dan sehari setelah saya posting itu, dia masuk rumah sakit lagi dengan keadaan memburuk, muka tangan dan kaki bengkak, iidah bengkak, leher radang….Ya Allah, saya tidak tega melihatnya…selama di rawat sudah tranfusi setidaknya 2 x dalam jarak 1 minggu…dan setelah 21 hari dirawat akhirnya Allah SWT memberinya kesembuhan abadi dan diberikan tempat terindah di sisiNya. 6 bulan adalah waktu yang sangat cepat untuk upaya saya dan keluarga untuk berikhtiar…saya doakan semoga kawan2 yang menderita MDS segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT, aamiin

      Comment by jessee — August 28, 2013 @ 11:48 am | Reply

  19. numpang share.
    istri saya diketahui ada mds pada saat hamil, sehingga harus BMP dan transfusi sampai dengan melahirkan sebanyak 1 prc , 16 WB dan 6 trombosit, karena resiko pendarahan jadi pesalinannya harus normal, pada saat anak saya lahir dengan tangis yang kenceng dan warna yang sehat serta tidak ada cacat fisik, kalau sy lihat sehat, tp pikir saya kalau ibunya bermasalah dalam kehamilanya akan berdampak pada anak tenyata pada saat anak saya usia 3 bulan didiagnosa ganngguan pendengaran yang dulunya disarankan nantinya untuk pakai alat bantun dengar tp saya bawa ke dr sunartini di jogja ternyata dikarenakan ada virus Cmv, setelah pengobatan rutin alhamdulilah untuk pendengaran bisa normal kaya orang pada umumnya, yang masih mengganjal dalam pikiran saya, apakah anak saya juga akan kena mds mengingat gol darahnya sama dengan ibunya, bagi yang bisa ngasih masukan saya ucapkan terima kasih.
    ilan di banjarnegara

    Comment by ilan — September 13, 2013 @ 11:24 pm | Reply

  20. Numpang share juga,. Ibu saya usia 52 thn setaelah berobat ke rs dharmais baru dketemukan diagnosa nya ibu saya MDS RA, dan sdh hampir 5bln ini slalu kontrol n transfusi drah d rs dharmais. Smoga buat smua teman2 atau saudaranya yg sedang sakit MDS di dengar oleh Nya sehingga doa kita semua utk kese,buhan orang yg kita cintai dapat di angkat n dsembuhkan dari penyakit ini,… amiennn

    Comment by putra — October 23, 2013 @ 11:49 am | Reply

  21. […] menurut artikel ini, sebagai artikel berbahasa Indonesia yang terlengkap tentang […]

    Pingback by My -FreeTime- Writing Domain — October 30, 2013 @ 11:59 pm | Reply

  22. Saya Telah ditinggal Suami Saya meninggal, Beliau terkena penyakit MDS Yang telah ada dalam tubuhnya 2,5 tahun. sedih,,tapi mungkin ini yang terbaik ,,,,tapi saya sangat bangga dengan semangat hidupnya

    Comment by izatin94@yahoo.com — November 16, 2013 @ 8:10 am | Reply

  23. Ikut share jg y…ayah saya, 58 thn, di diagnosa mds 4 bln yg lalu,,Awalnya kecurigaan muncul wkt general check up dgn sedikit penerunan hb&trmbo, Selama ini di terapi sandimun 2×50 mg Dan medixon 3×16 mg Selama 4bln, krn tak berefek jd terapi di stop, Dan disarankan mulai terapi recormon 30000 per minggu, harga Nya lumayan jg…perlu diketahui bhw mds itu penyakit misterius,,terapi Nya pun masih terbatas&berbeda2 tiap dokter&rs…qt hrs tetap berusaha Dan berdoa berharap keajaiban yg dtgnya dr Allah…tolong temen2 klo Ada info2 tentang penyakit& distributor obat2 yg harga Nya lbh murah di share y………

    Comment by Azis — December 22, 2013 @ 8:18 pm | Reply

  24. suamiku sakit MDS RA usia 38th.Apakah bisa sembuh ya ? sakit dari 2010

    Comment by helti — April 19, 2014 @ 8:31 am | Reply

    • Mama saya bernama Lau Po Lin umur 64th pernah sakit MDS dan berobat selama 14 hr dan sekarang sembuh ke dokter Made ahli darah rs. Adihusada, jln. Undaan wetan, Surabaya.praktek mulai jam.9 pagi

      Comment by Yudianto Dannojaya — May 30, 2014 @ 10:36 pm | Reply

  25. Cuma sma cangkok sumsung tulang sembuhnya mba…umur segitu msh mungkin utk dilakukan..di Penang Jauh lbh murah…

    Comment by Azis — May 18, 2014 @ 8:44 pm | Reply

  26. 1 bulan yang lalu ayah saya divonis MDS setelah 2x pindah RS.tapi alhamdulillah dengan pertolongan Allah melalui dr. Made Putra Sedana SP.PD K-HOM ayah saya berangsur angsur membaik. dengan3 obat hexilon Azol Eloves.2 minggu ini mulai diturunkan dosisnya.alhamdulillah hasil laborat menunjukan hasil yang memuaskan.obat nimenimbulkan efek samping jd ayah sya jg minum obat pendamping dari dr. Pangestu RS Darmo.

    Comment by Indriyani Dewantoro — June 5, 2014 @ 11:19 am | Reply

  27. bismillaah…mbak indriyani sama yudianto bisa minta no kontak/pin bb nya?? ayah sy juga kena penyakit MDS, ud nyoba obat rebozet gak cocok trus diganti sm sandimmun tp blm ada perubahan signifikan, ayah sy divonis sekitar 4-5 bulan yg lalu. terima kasih yg buat forum ini juga, :)

    Comment by rosad — June 20, 2014 @ 8:39 am | Reply

    • suamiku msh sakit MDS sdh kemo 7X setiap hari 1jam kemo… blm ada tanda2 hb normal msh dibawa 8 .. tranbosit drop
      kamis ini tranfusi darah lg.. suamiku semangat mau sembuh berobat sendirian ke dharmais.

      Comment by helti — June 24, 2014 @ 8:26 am | Reply

  28. mbak ningrum sy mo tanya apakah mds jg dpt mnyerang anak2 umur 5-6 thn?
    dan apakah pengobatannya sama sperti orang dewasa? trims

    Comment by haykal bajaber — July 4, 2014 @ 3:41 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers

%d bloggers like this: