catatan kecil

July 6, 2009

setiap yang hidup pasti akan mati

Filed under: koreksi diri — ningrum @ 11:08 pm

kullu nafsin dzaa-iqatul maut

seringkali merasuk ke dalam benak saya. Mengingatkan saya bahwa, sesungguhnya hidup ini pasti akan berakhir dengan kematian. Kematian tidak akan pernah dapat dicegah. Kematian tidak akan dapat ditunda. Seringkali orang dengan kondisi prima tiba-tiba jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal dunia.

Maut… sungguh ia akan datang pada tiap diri anak Adam. Perpisahan dengan dunia yang fana…

Tidak ada seorangpun yang tahu, kapan maut akan mendatanginya. Tetapi kedatangannya adalah sebuah kepastian. Seringkali anak Adam sedang lalai ketika maut menjemputnya, menghasilkan sebuah su’ul khatimah. Betapa ruginya…

“Sering-seringlah dzikrul maut, mengingat bahwa kita suatu saat akan mati. Insya Allah, kita akan menjadi semakin dekat dengan Allah”, Mama pernah mengingatkan saya. Sering juga Mama berkata, “Dzikrullah itu jauh lebih baik dibandingkan perkataan yang tidak penting”, (biasanya ini Mama katakan ketika saya berselisih pendapat dengan adik-adik, atau ketika kami terlalu lama duduk di depan televisi sampai lalai dengan waktu sholat).

Saya terkadang berpikir, dalam sehari berapa banyak orang yang mengingat kematian, minimal 1 kali saja?? Seberapa penting mengingat kematian? Mungkin mengingat kematian itu sangat penting bagi saya. Mencegah saya dari bersikap terlalu ambisius dalam mencapai sesuatu. Mengingatkan saya untuk dzikrullah dan mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah, menambah keyakinan saya akan takdir dan ketetapan Allah. Akan tetapi pada kenyataannya, dibandingkan dengan mengingatnya saya lebih sering melupakan dzikrul maut itu. Na’udzubillah…

Ya Allah…

Jangan lalaikan hatiku dari mengingatMu

Jangan lalaikan hambaMu ini dari dzikrul maut

Tetapkan hatiku pada kebenaran, hindarkan diriku dari salah dan lalai

“allahumma-khtimlii bihusnil khootimah wa laa takhtimlii bisuu-il khootimah”

 

(one evening… remembering the death and looking back all the things i’ve done)

About these ads

8 Comments »

  1. ya iyalah kk.. kalo gak mati2.. vampir kali ya.. hehehehe
    i’m inspired by twilight :)

    Comment by intan — July 7, 2009 @ 1:09 pm | Reply

    • ok deh intan ^_^
      thanks udah singgah…

      Comment by ningrum — July 7, 2009 @ 9:41 pm | Reply

  2. makasih Ning dah mengingatkan………..
    iy emg ini obat mujarab, biar ga larut dlm masalah dunia aja
    makasih y
    jazakillahu khayran

    Comment by sangpembelajar — July 8, 2009 @ 12:06 am | Reply

    • sama-sama mel…
      kita saling mengingatkan ya… ^_^
      semoga kita tidak terlarut dengan urusan duniawi…
      ‘afwan ya ukhti :)

      Comment by ningrum — July 8, 2009 @ 12:16 am | Reply

  3. yup, hidup memang hanya persinggahan, semua pasti akan ‘kembali’… hanya waktunya kapan itu yg tidak kita tahu…

    Comment by Brotoadmojo — June 20, 2010 @ 6:00 pm | Reply

    • iya, benar sekali mas.. untuk itu kita harus melakukan persiapan :)

      Comment by ningrum — June 21, 2010 @ 9:12 am | Reply

  4. mengingat mati memang obat paling manjur untuk menjauhi kemaksiatan dan kelalaian hati dari dunia yang serba gemerlap ini.mudah mudahan kita bisa selamat dalam menjalani ujian didunia ini. amiin

    Comment by pondokherbal — November 3, 2011 @ 1:43 pm | Reply

    • amiin :)

      Comment by ningrum — November 28, 2011 @ 12:08 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers

%d bloggers like this: