catatan kecil

August 28, 2009

tidak semudah membalik telapak tangan

Filed under: catatan,koreksi diri — ningrum @ 6:47 am

Mendengar cerita seorang sahabat tentang permasalahan seorang sahabat lainnya. Betapa rencana sematang apapun, bisa menjadi mentah kembali jika Allah tidak mengizinkannya terjadi. Semoga saja sahabat tersebut diberi kesabaran lebih untuk menghadapi permasalahan yang sedang dihadapinya.

Saya hanya berpikir, memutar ulang ingatan akan kejadian dan cerita yang mirip. Pernahkah merencanakan dan meniatkan sesuatu yang baik, dengan niat lillahi ta’ala, tapi kemudian setelah perencanaan matang segala sesuatunya menjadi gagal?? Mungkin kita akan bertanya-tanya, “niat saya kan baik… kenapa jadi gagal begini??” (more…)

August 21, 2009

Coklat dan Pisang

Filed under: catatan — ningrum @ 7:02 pm

Entah apa yang membuat saya sangat ingin makan es krim hari ini. Begitu kami selesai bertugas hari ini, saya dan dua orang teman, Ade dan Lisa, berencana makan es krim. Tadinya saya mengusulkan makan es krim yg murah meriah aja… Tapi Lisa mendapat rekomendasi dari abangnya ada tempat makan es krim yang enak. Saya pun hanya menurut saja, karena Lisa lah si pemilik kendaraan (hehehe… saya nebeng aja). (more…)

kala hati…

Filed under: dari h@T! — ningrum @ 11:41 am

kala hati sedang merindu…

akan kedekatan dengan Mu

tercipta berjuta asa di jiwa

menguntai kata dalam butiran doa

dengan segala rasa cinta

aku merindu pada Mu…

August 9, 2009

Mungkinkah…

Filed under: catatan — ningrum @ 6:12 pm

Mungkinkan hatimu secantik wajahmu?

Sepenggal kalimat itu tertera di bagian belakang mobil angkutan umum. Waktu itu saya sedang duduk dalam sebuah angkutan umum lainnya, yang sedang berhenti di terminal Pusat Pasar. Pagi-pagi sekali saya harus singgah di RS. Pirngadi untuk menyerahkan paper seorang teman. Dari RS saya memang harus ke kampus untuk melaksanakan Wajib Hadir coass PH minggu pertama. (more…)

August 6, 2009

terkendala

Filed under: catatan — ningrum @ 7:10 am

Request seorang sahabat masih menggantung, setengah jalan. Kesibukan mendadak cukup merepotkan saya akhir-akhir ini. Permintaan tolong beberapa teman dekat sulit untuk ditolak. Rasanya terlalu tega untuk mengatakan “maaf, saya tidak bisa”. Lagipula, ada kompensasi dari permintaan mereka (hehe…). (more…)

Next Page »

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers