“kacang lupa akan kulitnya”, kalimat itu tertera dalam barisan SMS yang dikirimkan kepadaku. berikut kalimat “roda itu berputar, tak selamanya orang berada di atas”.
responku kala itu bingung luar biasa. dosa apakah yang telah aku lakukan hingga aku pantas mendapatkan kedua kalimat itu? aku membalas SMS dengan memohon kerendahan hati si pengirim SMS untuk menjelaskan tindakan apa yang telah aku lakukan, yang membuatku pantas mendapatkan kedua kalimat itu. balasannya tidak jelas dan cenderung menghindari penjelasan.
aku lalu berpikir keras. bertanya pada Mama, menguraikan persoalan yang ada, dan meminta pendapat Mama, benarkah aku telah menjadi “si kacang yang lupa akan kulitnya”? kala itu Mama hanya menjawab dengan beberapa nasehat. Mama hanya berkata, bahwa aku tidak seharusnya memusingkan pendapat orang lain terhadapku. selama segala sesuatu yang kita lakukan ikhlas dan lillahi ta’ala, tidak penting apa pendapat orang lain. “yang penting tidak satupun niat kita untuk berlaku buruk dan merugikan orang lain”, itulah kira-kira inti dari nasehat Mama. Mama lalu berpesan agar aku lebih berhati-hati dalam bersikap kepada orang lain. “kebaikan yang kita lakukan, belum tentu dianggap baik oleh orang lain. dan belum tentu juga akan mendapat balasan baik. intinya kita ikhlas saja”.
sebuah kesalahan yang aku lakukan, membuatku mendapat julukan “kacang yang lupa akan kulitnya”. aku tidak tau seberapa parah kesalahan itu, telah dimaafkan atau belum.
satu yang jelas, sebuah luka telah tertoreh dengan kalimat “kacang lupa akan kulitnya”


kak ningrummm… apa kabar??? lama tak bersua… kangen
Comment by liza — June 3, 2011 @ 9:16 pm |
kabar baik lizaaaaaaaaaa… kangen juga dah lama tak berkutat dengan dunia maya
Comment by ningrum — August 13, 2011 @ 4:01 pm |
Orang lebih mudah mengingat kesalahan orang lain daripada kebaikan mereka. Kalaupun kita melakukan sepuluh kebaikan dan cuma satu kesalahan, yang diingat ya kesalahan kita. Saya juga kadang lebih mudah mengingat kesalahan orang pada saya daripada pertolongan mereka. Yah, that’s human. Memang harus ikhlas biar ga sakit hati karena penilaian manusia. Dan itu susaaah…
Comment by Millati Indah — November 16, 2011 @ 4:00 pm |
benar mbak millati… memang harus ikhlas kuncinya
terima kasih
Comment by ningrum — November 27, 2011 @ 7:19 pm |
kadang manusia saat sudah mendapatkan apa yang dia inginkan pasti seperti itu, tapi akan lebih baik jangan seperti…
nice post…
salam kenal
Comment by Kontraktor — December 1, 2011 @ 10:46 am |
salam kenal ^_^
Comment by ningrum — December 17, 2011 @ 11:17 am |