catatan kecil

June 14, 2009

Impacted Wisdom Tooth (Impaksi Molar 3, si gigi bungsu yang bermasalah)

Filed under: info ringan — ningrum @ 12:10 am

Sore-sore duduk menunggu antrian di depan praktek dokter gigi (bersama Wiwid adikku). Wiwid sibuk dengan HPnya, dan aku cuma memandangi langit, melihat awan gelap berarak.

“Dek, awannya jalan kemana tu ya? Berkondensasi… eh, kondensasi itu apa ya?”

“Kondensasi itu perubahan awan menjadi titik-titik air”

“Owh…” (bener nggaknya belum dicek hehe, lupa sih!)

Wiwid kembali sibuk dengan HPnya. Kami berbincang-bincang yang lain. Masalah PMDK sampai masalah internet, facebook dan friendster. Di dalam ruangan sedang ada 1 pasien anak-anak. Sementara seorang kakek sedang menunggu giliran berikutnya. Kami giliran ketiga. Dan berikutnya ayah-ibu beserta dua anaknya. Dari luar pagar, perawat si dokter gigi datang dengan tergesa-gesa entah darimana, lalu menegur kami.

“Mau berobat ya? Udah pernah berobat disini sebelumnya?”, tanyanya.

“Udah Bu”, jawabku sekedarnya.

Dia mengerutkan kening, “Oh ya? Namanya siapa? Alamatnya?”

“Ningrum Bu, Polonia G21”

“Ningrum ya… Oh, tetangganya Mbak Pon itu ya?”

“Iya”, aku cuma senyum.

“Bentar ya Ning…”, katanya sambil masuk ke ruangan lagi.

Aku cuma mengangguk dan kembali ngobrol dengan adikku. Itulah fungsinya membawa adik, buat temen ngobrol sambil nunggu giliran hihihi…

Akhirnya pasien anak-anak tersebut selesai dan masuklah si Kakek. Agak lama juga, soalnya drg. Lis ini orangnya emang ramah. Begitu selesai si Kakek, eh Ibu perawatnya bilang gini, “Ning bentar ya, adik ini aja dulu, dia cuma kontrol aja kok, ga lama”, begitu alasannya. Jadi kami menunggu lagi. Sebenarnya sedih hikz..hikz.. antrianku dipotong. Datanglah seorang pasien lain selama dalam masa ‘penantian’ kami (menanti giliran hehe). Dan ternyata, pasien yang memotong giliranku lamaaaaaaaaaaaaaaaaaa sekali di dalam. Bingung juga kenapa, tapi kami ga ambil pusing, ngobrol kami lanjutkan kembali. Cuek aza lagi hehe, soalnya kalo dah selesai tu orang pasti keluar kan? Tapi ternyata, pasien yang datang setelah kami ga tahan nunggu lama. Sibuk kasak kusuk, ngintip dari jendela. Soalnya kedengeran dengan jelas obrolan drg. Lis dengan pasien di dalam. Jadinya dia kesel, kok pake acara ngobrol lagi. Menunggu dan menunggu… akhirnya selesai juga tu pasien. Si perawat keluar dan memanggil namaku.

“Aduh, maaf ya Ning. Tadinya yang mau kontrol si adiknya, eh ternyata si kakaknya ikut periksa juga, cabut gigi”, begitu kata si perawat.

Pantesan aja lama, cabut gigi rupanya… “Iya Bu, ga apa-apa kok”.

Masuklah diriku dan bertemu dengan drg. Lis.

“Ningrum ya? Kenapa ini Ning? Udah lama ya ga kemari, terakhir tahun lalu ya?”, tanya si dokter dengan ramah.

“Iya dok, masih sibuk coass”, aku nyengir,”Ini dok, gusinya bengkak. Sebenernya udah dari Jumat kemaren, tapi kemaren itu lagi meradangnya, sakit kali. Udah makan asam mefenamat. Trus pas Sabtu mau kesini eh ternyata ga buka. Jadi Senin ini langsung kemari”.

“Ya udah, naik Ning, biar kita periksa”

Aku pun duduk di kursi periksa. Dan si dokter mulai memeriksa.

“Eh, Ning. Umur Ning udah berapa?”

“ehm.. 25 dok”

“Molar 3 nya udah tumbuh semua belum? Ini kayaknya kurang ni hitungannya. Coba ingat dulu”.

Gawattt… aku pun mengingat-ingat.

“Yang bawah udah kayaknya dok. Kemaren yang bawah kanan malah udah diangkat, mesio-angular. Di Pirngadi sama Bedah Mulut disana. Yang kiri… aduh Ning lupa la dok”

“Yang atas?”

“Itu juga Ning ga tau. Bukannya udah numbuh ya dok? Perasaan kemaren numbuh la”

“Belum tu Ning, hitungannya kurang. Kalau memang yang dibawah udah diangkat… bentar kita hitung ulang…” satu, dua tiga……

“Nah, yang kiri atas udah numbuh, bagus kok. Yang kanan atas nih ga kelihatan sama sekali. Kalau yang kanan bawah udah diangkat berarti yang kiri bawah juga bermasalah, ga kelihatan juga ni”.

“Jadi dok, kiri bawah sama kanan atas?”

“Iya. Ini gusinya abses ini. Gara-gara yang ga numbuh itu Ning. Makanya dia bengkak. Saya yakin sekali”

“Oh, bukan karena karang gigi ya dok? Soalnya kemaren Ning cek kok kayak ada karies gitu di gigi yang gusinya bengkak”

“Bukan Ning, saya yakin sekali ini karena gigi yang ga keluar. Impacted ni Ning. Ini ga ada jalan lain selain operasi. Kalo enggak ntar bisa trismus lho Ning, ga bisa buka mulut sama sekali..”

Wadduuhhh, jadi teringat Ayu. Dulu pas kuliah, Ayu sering ngeluh gusi bengkak, nyeri kepala. Rupanya kedua molar 3 bawahnya mesioangular, dan dia emang dioperasi. Ngebayangin ga bisa makan 1 minggu hikz..hikz.. Mana lagi coass.

“Kemaren, yang diangkat itu diinsisi juga ga Ning?”

“Hmm.. kayaknya iya dok, tapi dikit, ga dijahit”

“Kalaupun jadi operasi, bukan saya yang ngerjain nanti Ning, orang Bedah Mulut”

“Di Pirngadi juga ada Bedah Mulut dok. Tapi Ning lupa pula namanya” (ternyata namanya drg. TuLu$)

Akhirnya, aku tetap minta scalling sama dokter giginya. Setelah selesai, aku kembali bertanya, “Dok, apa ga difoto aja dulu ya? Biar lebih jelas”

“Oh boleh Ning. Di Pirngadi ada kan? Foto aja disitu nanti hasilnya kasi ke saya”

Sepakat… foto dulu baru ambil tindakan.

Berdasarkan info dari drg. Lis,  biaya operasi emang ga murah. Malah baru-baru ini naik. Untuk dua gigi… hmmm lumayanlah… hikz…hikz…

The next day, berdua sama Dwi nanya harga foto gigi di Poli Gigi & Mulut. Satu gigi kena 31 ribu, begitu kata drg. Fauziah.

Beliau malah bertanya, “Siapa yang mau foto Wi?”, ni dokter gigi tetangganya Dwi sih, jadi ingetnya sama Dwi.

“Saya dok”, diriku menjawab.

“Ngapain foto satu-satu? Sekalian aja semuanya di PR@M!T@. Jadi nanti ga bolak balik”.

“Berapaan ya dok biayanya?”

“Kalau ga salah 80”

“Owh… PR@M!T@ dimana ya dok?”

“Si Dwi tau ni. Minta diskon la, kan orang medis juga. Lumayan kan 10 ribu bisa beli es krim. Iya kan Wi?”

Dwi dan aku cuma cengengesan.

“Saya buatkan pengantarnya ya…”

“Iya dok, makasih ya dok” kami pun kembali setelah mendapat pengantar ke PR@M!T@.

 

Berdasarkan hasil penelusuran di internet, Impacted Wisdom Tooth adalah gagalnya gigi molar 3 untuk muncul sepenuhnya pada tempatnya. Kegagalannya mungkin disebabkan oleh tidak cukupnya ruang pada rahang untuk menampung molar 3 tersebut, atau disebabkan angulasi gigi yang salah (kasusku apa ya???). Tipe yang paling sering muncul pada impaksi ini adalah tipe mesial (mesioangular), dimana gigi molar 3 mengarah ke depan (arah depan mulut). Kalau yang ini kasusnya Ayu 4 tahun lalu. Tipe impaksi lainnya berdasarkan frekuensi kemunculan adalah tipe vertikal, horizontal dan distal.

p_mesial_impaction

 

p_horizontal_impaction

p_distal_impaction

 Ada juga dibagi menjadi tipe impaksi “bony” dan “soft tissue”. Yang “bony” giginya ga keluar sama sekali dari gusi, tertanam didalam. Sedangkan yang “soft tissue” sebagian udah keluar, tapi ‘mandeg’ alias ga keluar sempurna.

p_bony_impaction

p_soft_tissue_impaction

 Gigi yang impaksi bisa saja tidak terasa sakit. Kita bahkan tidak menyadari adanya gigi yang impaksi. Akan tetapi, ketika gigi yang impaksi tersebut mencoba keluar, gusi akan bengkak. Ini yang menyebabkan rasa sakit. Rasa sakit bisa dirasakan disekitar gigi ataupun dirasakan di telinga pada sisi gigi yang impaksi. Partikel makanan dapat tersangkut dekat gusi yang bengkak dan menimbulkan infeksi yang disebut pericoronitis. Jika tidak diobati, maka infeksi dapat menyebar ke tenggorokan ataupun ke dalam leher (yang dikenal di THT sebagai Deep Neck Infection). Gigi yang impaksi bisa mendorong gigi di depannya, menyebabkan perubahan susunan gigi (yang dasarnya udah crowded, makin parah). Walaupun jarang, gigi yang impaksi bisa menimbulkan kista atau pertumbuhan lain pada rahang.

Gejalanya berupa gusi di bagian belakang bengkak, kesulitan membuka mulut (trismus), rasa tidak enak di mulut, sakit ketika membuka mulut, sakit ketika mengunyah atau menggigit dan adanya bau mulut.

 Alasan mengapa beberapa molar 3 (gigi bungsu) mengalami impaksi tidak mudah untuk dijawab. Penyebab utamanya karena tidak cukupnya ruang pada rahang di belakang molar 2. Munculnya kekurangan ruang pada rahang tersebut tidak sepenuhnya dipahami. Namun sepertinya ada hubungan antara ukuran gigi yang besar dan crowded dengan kemunculan impaksi molar 3 (tapi ga selalu, buktinya gigi Ayu yang kecil-kecil, molar 3-nya tetap impaksi mesial lho…).

 Ada sebuah teori tentang hubungan diet (pola makan) dengan terbentuknya ruang untuk menampung si gigi bungsu ini. Orang zaman dahulu dengan pola makan yang cenderung ‘keras’ dibandingkan dengan orang zaman sekarang dengan pola makan yang ‘lembut’. Makanan yang keras diyakini membantu perkembangan rahang untuk menyediakan ruang bagi molar 3 ketika waktu erupsi-nya tiba.

 

Pengobatan satu-satunya adalah dengan operasi untuk mengangkat gigi yang impaksi tersebut. Prosedurnya tidak sesederhana seperti mencabut gigi biasa. Dan yang mengerjakannya juga harus seorang spesialis Bedah Mulut. Mungkin dibutuhkan insisi yang cukup besar kalau yang terjadi adalah “bony impaction”, lalu dijahit. Perawatan paska operasi, pasien mungkin akan sedikit merasa ‘tersiksa’ dengan makanan lunak selama beberapa hari (ini ceritanya Ayu hehehehe). Mungkin akan merasa tidak enak makan, tidak enak tidur, apalagi berbicara.

7 Comments »

  1. syukran katsir untuk infonya.

    sebagai ‘mantan’ pemilik molar 38 (kanan bawah, bener?), bagian yang paling tidak enak adalah pasca pengangkatan giginya. pas dioperasi mah kagak kerasa, bius lokalnya bekerja dengan saat baik🙂

    terus, pas check-up di poli gigi disini, karena molar 38 dah ga ada, ‘secara teori’ molar 28 (kanan atas) juga harus diangkat! beneran ga sih? pas saya tanya, si ‘koas-nya’ cuma bilang: karena dia ga ada lawannya. trus.. kenapa emangnya?🙂 akhirnya ga saya apa2in sih. 28 tetep saya miliki.

    nah, kalau punya info ttg hal ini, tolong kabari or posting ya!

    sukma,
    Riyadh

    Comment by sukem06 — June 16, 2009 @ 9:34 pm | Reply

    • afwan ^_^
      iya, teman saya juga bilang begitu, paska operasi yang \’tersiksa\’ hehe…
      kalo masalah 28 harus diangkat karena 38 ga ada, itu sepertinya benar. gigi kita ini harus \’klik\’… insya allah akan saya cari literatur nya🙂
      terima kasih sudah mampir…

      Comment by ningrum — June 17, 2009 @ 5:22 pm | Reply

  2. iya kak…
    karena gigi 28 butuh gigi lawannya…
    karena dy berada di rahang atas yg krn gaya gravitasi bisa melorot kebawah apalagi karena gk ada antagonisnya..
    itu sebabnya mesti dcabut..kalo gk gigi 28 selain bisa copot / melorot dari si gusi..bisa jg menimbulkan infeksi2 pada gusi dan waaa banyak de…akibatnya klo 28 itu melorot…

    Comment by petrina — March 10, 2010 @ 9:00 pm | Reply

    • makasih masukannya petrina🙂

      Comment by ningrum — March 12, 2010 @ 6:09 pm | Reply

  3. aduhh,,,kok sama punyaku ya,,, berdasarkan pemeriksaan panoremik.. hasilnya;
    tampak benih gigi 1.8/2.8
    tampak benih gigi 4.8 yang cenderung impaksi ke arah mesial
    tampak impaksi gigi 3.8 ke arah mesial
    gigi 2.2 tampak lebih kecil dibandingkan gigi incisivus yang lain

    solusinya gmn ya kak??? kalo gak di operasi gmn??? masalah biaya niii,,,
    trus ada lg nih, klo gigi seri retak,,apakah kalo dikawat tambah retak?????
    coment by_diina-trimakasih-

    Comment by diina — November 22, 2010 @ 6:30 am | Reply

    • kalau nanti ndak keluar dan menimbulkan gangguan, biasanya memang harus dioperasi din. kalau udah keluar sebagian, bisa dicabut dengan sedikit mengoyak gusi. jadi memang tidak ada solusi lainnya, maaf ya..
      tapi boleh kok, dioperasinya satu-satu dulu..

      kalau 2.2 lebih kecil tapi ndak mengganggu ya ndak apa-apa din..
      kalau untuk pasang kawat gigi pada gigi yang retak, biasanya dilakukan perawatan dulu untuk gigi yang rusak/retak tersebut. tapi keputusan pastinya ada di dokter giginya din🙂

      Comment by ningrum — November 22, 2010 @ 6:52 pm | Reply

  4. biaya Impacted Wisdom Tooth satu giginya berapa ya waktu anda berobat ?

    Comment by Teguh — February 7, 2013 @ 6:50 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: