catatan kecil

June 22, 2009

tentang orang tua

Filed under: catatan — ningrum @ 6:43 am

(Tulisan ini juga sudah pernah dipost-kan di blog saya yang lain. Tentang seorang saudara seiman juga, sebut saja Iki. Kepada beliau yang nanti kebetulan membaca ini, “this is just an opinion, never meant to blame anyone” ^_^)

 

Ceritanya saya pergi ke rumah Iki, setelah sekian lama tidak bersilaturahmi. Dan Iki bercerita kisahnya. Iki merasa kedua orangtuanya kurang memberi perhatian kepadanya. Merasa kalau ibunya membencinya, karena selalu berkata kasar kepadanya. Dan Iki merasa seperti dianaktirikan diantara saudara-saudaranya yang lain. Iki memang bilang kalau ibunya keras. Saya jadi teringat, dulu semasa saya SMA ada seorang teman saya yang juga pernah bercerita tentang ibunya yang membencinya. Ceritanya hampir mirip, dan ketika mendengar cerita Iki saya seperti mendengar cerita teman SMA saya itu. Setelah mendengar cerita Iki, saya tidak banyak berkomentar, hanya bisa menyabarkannya.

Pulang dari rumah Iki seperti biasa saya selalu menceritakan perjalanan saya, kemanapun itu, kepada Mama. Biasanya kalau Mama lagi ga capek, Mama akan mendengarkan mulai dari A sampai Z. Jadi berceritalah kami.

Mama langsung bilang, “tidak ada satu orangtua pun di dunia ini yang membenci anaknya, apalagi seorang ibu”.

Saya langsung saja menjawab, “tapi mungkin memang kurang suka sama anaknya, karena anaknya bilang ngomong ibunya kasar sama dia”.

Mama, “Lho, memang ada orangtua yang mendidik anaknya dengan keras dan ada juga dengan lembut. Masing-masing orangtua kan berbeda-beda. Karena watak anaknya juga berbeda-beda. Satu orangtua mendidik 2 orang anaknya saja bisa dengan cara yang berbeda. Seperti Mama menghadapi kalian bertiga, ya caranya juga nggak bisa sama”.

Saya jadi diam, memang Mama bener sih. Tapi saya masih berpikir, kenapa orangtuanya ga peka dengan jiwa sang anak. Apakah dia tidak sadar sang anak sudah merasa sangat tidak nyaman dengan hubungan orangtua-anak diantara mereka? Ataukah faktor si anak yang makin menjauh dari orangtua juga menjadi masalah utama di sini? Yang jelas kita tidak akan menyalahkan salah satu pihak.

Mama kembali bicara, “Mungkin memang ada orangtua yang kurang paham dalam mendidik anaknya. Anak diberi harta berlimpah, tapi kasih sayang malah kurang. Tapi itu pastinya kembali lagi sejauh mana si orangtua memahami agama. Sejauh mana orangtua paham, anak-anak adalah titipan Allah yang harus mereka didik, bukan hanya tentang duniawi, tapi juga tentang ukhrawi. Kalau anaknya sampai stress dan tertekan, mungkin bukan cuma hanya orangtuanya yang perlu mengkaji ilmu agama, tapi si anak juga. Dalam hal ini Mama lebih membela orangtuanya. Kenapa? Si anak harusnya juga paham dan melihat apa sih alasan orangtuanya seperti itu. Mungkin karena si anak telah melakukan sesuatu yang menjadikan orangtuanya keras kepadanya”.

Saya jadi diam lagi deh… habisnya Mama benar terus sih… ga mungkin didebat sama sekali. Saya malah sangat mengerti kenapa Mama jadi membela orangtua disini. Bukalah Al-Quran dan bacalah surah Luqman, nasihat2 Luqman kepada anak-anaknya. Saya rasa mungkin kita semua akan jadi paham. Betapa pentingnya birrul walidain dalam hal ini. Bahkan ketika orangtua salah pun, kita punya cara dalam membenarkannya. Tidak dengan kasar, apalagi seperti perang. Mungkin kita semua harus merasa menjadi orangtua dulu baru bisa paham. Dan dalam hal ini, betapa Islam telah mengatur semuanya dengan sempurna.

So, nasihat buat si Iki kira-kira gimana ya? Yang paling saya khawatirkan adalah, saya menambah luka di hatinya dengan membela orangtuanya. Sungguh bukan itu maksud saya. Dalam hal ini, saya ingin bilang ke Iki kalau, banyak-banyaklah berdoa memohon kepada Allah agar hati kedua orangtuanya dilunakkan. Bersabarlah atas apa yang menjadi ketetapan Allah atas dirinya saat ini, balasan atas kesabarannya pasti ada di sisi Allah. Allah tidak akan mencoba seorang hamba yang dia tidak sanggup menjalaninya. Yakinlah akan hal itu…

7 Comments »

  1. kalo ortu saya selama ini selalu mendukung saya..memang sih waktu kecil ortu suka keras sama saya..apalagi ayah. dia suka marahin saya bahkan suka mau mukul..tapi itu memang karena saya naka hehe..suka ngelawan. tapi sekarang setelah saya besar..berpisah dengan mereka..dan saya selalu menghormati mereka berdua. alhamdulillah ortu jadi sayang sama saya..tapi memang sih saya suka sedikit kesal kalo pas pengen nikah trus dinasihatin jangan dulu..hehe

    salam buat mamanya.. ^_^

    Comment by zevyanz — June 25, 2009 @ 9:48 pm | Reply

    • balik lagi masalah nikah ya zev hehehe ^_^
      ntar disampaikan salamnya…

      Comment by ningrum — June 25, 2009 @ 11:50 pm | Reply

      • ya gitu deh..tapi alhamdulillah akhirnya ortu mau ngerti. tapi yang paling ngalah sekarang koq malah ayah yah..soalnya kalo ibu masih berat gituh hehe..

        Comment by zevyanz — June 27, 2009 @ 1:18 am

      • ayo semangat zev, bicara dari hati ke hati sama ibu… minta bantuan ayah juga hehehe

        Comment by ningrum — June 27, 2009 @ 7:21 am

  2. Hehe iya mbak..do’ain yah diriku wkwkwk

    Comment by zevyanz — June 28, 2009 @ 1:20 am | Reply

  3. iya nih mbak..do’ain diriku ini yah biar bisa cepet melengakapi separuh agamaku hehe

    Comment by zevyanz — June 28, 2009 @ 1:22 am | Reply

    • amiin… mudah2an dipermudah oleh Allah…

      Comment by ningrum — June 28, 2009 @ 4:40 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: