catatan kecil

June 26, 2009

nasehat (lagi ^_^)

Filed under: catatan — ningrum @ 11:07 pm

Kembali mengobrol dengan Mama tentang banyak hal. Mulai dari masalah teman yang perlu dinasehati, tapi saya ga berani. Mama ngotot saya dan teman-teman yang lain salah, karena ga amar ma’ruf nahi munkar. Tapi kan resikonya itu lho… terlalu besar. Mungkin kami memang masih pengecut untuk berani mengambil resiko, Ma (hehe…).

Mama cerita tentang sesuatu yang bisa kita ambil ibroh nya. Dalam hal ini cerita ga menyebut nama dan tempat, takut jadi buka aib orang ataupun riya.

Ada dua orang bermusuhan, yang satu jabatannya lebih tinggi (pria, sebut saja Pak Dan) tapi jauh lebih muda. Yang satu lagi jabatannya dibawah Pak Dan, (seorang wanita, sebut saja Bu Lis) dan jelas lebih tua. Pak Dan kesal dengan Bu Lis karena menurutnya Bu Lis itu sok dan ga menghargai dia.

Ceritanya sederhana, Pak Dan ingin menyuruh bawahannya, Bi Lis, tapi tidak dengan berbicara langsung (ceritanya kan musuhan hehe…). Nah ceritanya Bu Lis akan dipindahkan ke kantor lain dan barang-barangnya banyak. Pak Dan sebagai atasan di situ, ga mau barang-barang tersebut ditinggal dan berniat membakar semua barang-barang yang berhubungan dengan pekerjaan Bu Lis.

Tapi Pak Dan dengan kearoganannya menyindir begini, “Udah-udah bakar aja itu semua. Siapa yang mau pindah, pindah aja. Yang ga perlu bakar”. Kasihannya Bu Lis, dia mendengar itu, tapi dia kan ceritanya musuhan dan benci banget sama atasannya itu. Jadi dia diam saja…

Jadi, Pak Dan punya anak buah lain, sebut saja Ri. Nah Bu Ri ini merasa suasana makin memanas dan berusaha melerai. Jadi, ketika disuruh mengingatkan Bu Lis, dia berbohong kepada Bu Lis dengan berkata begini, “Kak, bos kita tadi minta tolong semua barang-barang yang berserakan di laci bawah, Kakak pilihin, mana yang perlu biar diasingkan dan yang ga perlu biar langsung dibakar. Kami kan ga tau mana-mana yang perlu dan yang ga perlu. Kami ga berani la membakar sembarangan”.

Bu Lis menjawab, “Gitulah kalo ngomong, baik-baik. Ini ntah apa nyindir-nyindir. Aku kan udah tua, ga gitu caranya ngomong”, ceritanya dia tersinggung dengan sindiran yang kemaren. (cara ngomongnya bisa ngebayangin orang paling bawel sedunia ga? hehehe)

Bu Ri menjawab, “Makanya Kak, aku nanya dulu. Kan ga enak nanti. Ini juga pesan si bos”.

Bu Lis  menjawab, “Iya lah, aku ngerti”

Nah, di sini Bu Lis jadi berpikir, atasannya itu udah mulai baik sama dia. Ada sedikit perhatian. Itu poin pertama.

Besoknya Bu Ri melapor ke Pak Dan, “Sudah diingatkan Pak”.

“Nah, apa rupanya kata dia?”, tanya Pak Dan.

“Katanya iya, nanti pelan-pelan dibereskan semuanya Pak”, jawab Bu Ri.

“Ya udah, baguslah itu”

Nah dua hari kemudian, masih dalam urusan beres-beres, Bu Lis mau permisi pulang. Di ruangan itu ada Pak Dan dan Bu Ri dan beberapa pegawai lain. Jadi Bu Ri menegur Bu Lis (berusaha menciptakan sebuah percakapan), “Jadi, udah gimana Kak beres-beresnya disana?”

Karena ada si bos, Bu Lis menjawab (agak ditujukan ke Pak Dan), “Itulah Pak, belum selesai, tapi saya mau permisi pula ini, mau latihan manasik”.

Eh, Pak Dan yang mengira bawahannya udah nurut banget, langsung menyahut, “Ya udah lah Kak, kalau mau permisi latihan manasik ya ga apa-apa. Ditinggal aja dulu, besok sambung lagi”. (ngomongnya ga kasar lagi dan dia berbicara langsung ke orangnya!).

“Iya, terima kasih Pak. Saya permisi dulu”, pamit Bu Lis.

“Iya iya..”, jawab Pak Dan.

Pak Dan berpikir Bu Lis udah nurut sama dia dan ga membangkang lagi. Itu poin kedua.

Nah, secara ga langsung, usaha Bu Ri ternyata membuahkan hasil. Walau harus melakukan sedikit kebohongan, mendinginkan kedua belah pihak tampaknya cukup berhasil. Kedua belah pihak, sudah saling berbicara satu sama lain.

Nah, disini Mama bercerita betapa pentingnya menjaga perasaan orang lain. Jangan pernah berkata kasar pada orang lain. Sebisa mungkin mendamaikan orang yang berselisih. Boleh lah sedikit berbohong demi mendamaikan orang lain. Istilahnya berbohong untuk kebaikan hehe. Senang punya ibu seperti Mama. Mama the best mother buat saya. Walaupun Dwi, salah seorang teman saya, bakalan protes en bilang, “Gak lah Ning, Mamaku yang the best”. Boleh dong masing-masing anak bangga sama Mamanya hihihi… Walau kadang-kadang Mama sedikit keras, I knew it Mom, Mama hanya ingin yang terbaik buat anak-anaknya… Satu lagi nasihat berharga dari Mama…

Luv u Mom!

4 Comments »

  1. banyak ceria tentang mamanya yah..
    ya jelas..kalo menurutku mamaku yang lebih the best hehe😛

    Comment by zevyanz — June 27, 2009 @ 1:25 am | Reply

    • iya, luv my mom so much… tiap ibu selalu berusaha menjadi yang terbaik buat anaknya, kalau anaknya merasa ibunya the best, berarti ibunya sukses menjadi yang terbaik buat anaknya🙂

      Comment by ningrum — June 27, 2009 @ 7:23 am | Reply

  2. he eh..aku juga kangen sm mamaku..terutama masakannya..hehehe. tar istriku harus belajar masak dulu tuh sama mamaku biar tau apa aja makanan kesukaanku hehe..😀

    Comment by zevyanz — June 28, 2009 @ 1:16 am | Reply

    • hehehe… bilang ke ibunya zev dunks…

      Comment by ningrum — June 28, 2009 @ 4:41 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: