catatan kecil

June 29, 2009

Crossbite

Filed under: Gigi & Mulut,med papers — ningrum @ 11:34 pm

PENDAHULUAN

Crossbite adalah ketika gigi atas dan gigi bawah tersusun berlawanan dari susunan normal yang tepat. Jika lengkungan atas dari gigi terlalu sesak, maka gigi pada rahang atas menjadi tidak sesuai lagi dengan gigi pada rahang bawah. Hal ini dapat menyebabkan masalah ketika makan dan mengunyah karena gigi geligi tidak seharusnya tersusun seperti itu. Hal ini hampir selalu dihubungkan dengan buruknya bentuk dan barisan lengkungan gigi. Lengkungan atas seringnya sempit dan tajam sedangkan lengkungan bawah seringnya lebar dan berlebih. Lengkungan yang ideal ditunjukkan dengan seluruh permukaan oklusal gigi atas hanya bertemu dengan permukaan oklusal gigi bawah antagonisnya. Pada lengkungan yang sempit satu sisi bisa bergeser manjadi crossbite yang sekarang bersesuaian dengan bagian dalam gigi bawah. Hal ini bisa terjadi pada satu bagian (unilateral) atau bilateral dimana crossbite terjadi dikedua sisi. Akibat dari hal ini terutama adalah menonjolkan kepadatan gigi yang ada. Crossbite dapat mempengaruhi posisi mandibula kedalam atau keluar dari jalur pengunyahan. Selama masa pertumbuhan hal ini dapat berjalan tidak simetris. 1,2


Crossbite hampir selalu dihubungkan dengan alergi hidung yang menyebabkan bagian dalam hidung tumbuh berlebihan / membesar. Pasien merubah pernafasan hidung normal menjadi pernafasan mulut. Menjaga mulut terbuka setiap saat untuk bernafas menyebabkan sejumlah masalah gigi termasuk pertumbuhan vertikal berlebihan (long face syndrome), mulut kering dan beberapa jenis maloklusi. Crossbite pada umumnya dapat terjadi pada gigi belakang maupun gigi depan. Hal ini juga dapat mengenai satu gigi maupun seluruh gigi. 1,2

DEFINISI

Crossbite adalah maloklusi gigi dimana gigi mandibulanya berada pada versi bukal, secara unilateral, bilateral / hanya melibatkan sepasang gigi yang berhadapan, sehingga permukaan oklusal yang berhadapan tidak berada dalam kontak oklusi yang wajar. 3

SINONIM

Jaw deformity

ETIOLOGI

  1. Genetik 4
  2. Pertumbuhan abnormal letak gigi dan rahang 4,5

Sebagian orang mempertahankan gigi susunya terlalu lama sehingga gigi permanen mereka tumbuh dibelakang gigi susunya, menjadi seperti lengkung kedua gigi. Jika hal ini terjadi pada gigi permanen rahang atas depan dapat terputar kedudukannya dibelakang gigi depan bawah ketika mengunyah. Hal ini dapat terjadi pada satu sisi (unilateral) atau kedua sisi (bilateral).

  1. Faktor kebiasaan ketika masih kecil 4,5

Pernafasan mulut pada anak-anak dapat juga memacu perkembangan crossbite. Normalnya, anak-anak bernafas melalui hidung mereka; mulut tertutup dan lidah terletak di palatum. Posisi lidah ini sangat penting karena dapat menyebabkan rahang atas tumbuh keluar ke arah lateral, atau menyamping daripada yang seharusnya. Anak-anak yang memiliki adenoid dan tonsil besar cenderung bernafas hampir secara khusus melalui mulut mereka, khususnya ketika tidur. Mendengkur adalah gejala yang lain.

Ketika anak-anak dipaksa untuk bernafas melalui mulut mereka setiap saat, lidah mereka akan jatuh dari palatum. Dan pertumbuhan bagian samping dari rahang atas menjadi tidak sesuai. Crossbite juga bisa disebabkan oleh kebiasaan menghisap jari / ibu jari atau menghisap dot.

KLASIFIKASI

Anterior Crossbite

Istilah ini digunakan ketika gigi depan pasien menutup dengan cara yang salah dengan incisivus atas berada dibelakang incisivus bawah dimana seharusnya berada didepan. Keadaan ini kadang-kadang terlihat seperti scissors bite. Gigi atas seharusnya berada bersesuaian (atau didepan) gigi bawah. Ketika terjadi sebaliknya, maka akan muncul masalah. Anterior crossbite melibatkan satu atau lebih gigi bagian depan. Pada pasien dengan anterior crossbite seringkali menggeser rahang bawahnya pada posisi yang tidak biasanya namun lebih nyaman ketika mereka menutup giginya secara bersamaan. Inilah yang disebut dengan pergerseran mandibular. Anterior crossbite dapat dikoreksi dengan peralatan yang difiksasi ataupun yang removable. Crossbite juga dapat dikoreksi dengan braces (kawat gigi). Biasanya waktu terbaik untuk mengkoreksi crossbite ini adalah secepat yang memungkinkan. 6,7

Posterior Crossbite

Jika lengkungan atas dari gigi terlalu sesak, seperti kita ketahui menjadi huruf “V” yang sempit dibandingkan huruf “U” yang lebih lebar, maka gigi pada rahang atas menjadi tidak sesuai lagi dengan gigi pada rahang bawah. Jika gigi bagian belakang yang bersilangan hal ini disebut posterior crossbite. Pada lengkungan yang sempit satu sisi bisa bergeser manjadi crossbite yang sekarang bersesuaian dengan bagian dalam gigi bawah. Hal ini bisa terjadi pada satu bagian (unilateral) atau bilateral dimana crossbite terjadi dikedua sisi. 2

PERAWATAN

Perawatan ortodontik untuk mengkoreksi crossbite pada anak-anak harus dimulai sedini mungkin. Jika pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid adalah akar permasalahannya, maka tonsil dan kelenjar adenoid harus diangkat terlebih dahulu sebelum perawatan dimulai. 5

Crossbite hampir selalu tidak bisa dikoreksi dengan sendirinya selama masa pertumbuhan. Hal ini dapat mengenai gigi susu maupun gigi permanen. Jika seluruh bagian dari pertumbuhan gigi susu mengalami crossbite, ada kemungkianan bagi gigi permanen yang mulai erupsi pada usia 6 tahun untuk mengalami crossbite juga. Bilateral crossbite biasanya cukup parah. Tindakan untuk memperbaikinya sangat dianjurkan. Terapi dapat dilakukan pada semua usia mulai dari anak yang belum sekolah hingga usia dewasa.2

Terapi yang dilakukan biasanya terdiri dari melakukan pemanjangan lengkungan gigi bagian atas kembali ke bentuk “U” beserta penyesuaian gigi sebagaimana mestinya mengikuti ruangan yang menjadi lebih besar untuk mengurangi kepadatannya. Pemanjangan seperti ini merupakan bagian dari perawatan ortodonti yang luas. Ada tersedia berbagai alat ortodonti yang bisa digunakan untuk memperbaiki posterior crossbite dan hanya diperlukan beberapa bulan perawatan saja. Walaupun crossbite sudah dapat terkoreksi pasien biasanya harus tetap membiarkan alat ortodonti tersebut selama beberapa bulan lagi supaya tidak kembali seperti sebelum diperbaiki. 2

Pemakaian alat yang difiksasi dianggap hal yang aneh dimana pasien atau orangtuanya harus menggunakan kunci untuk menggeser sekrup yang ada sedikit demi sedikit setiap harinya. Quad Helix mungkin menjadi pilihan karena merupakan jenis alat yang dilengkapi suatu per / pegas sehingga pasien atau orangtuanya tidak perlu melakukan apapun. Alat mana yang dipakai itu tergantung atau sesuai dengan kasusnya masing-masing. Tersedia juga alat yang dapat dilepas dengan mudah seperti Retainers. Namun kepatuhan pasien menjadi unsur terpenting yang diperlukan. 2

Teknik Perawatan

Langkah pertama, “ekspansi maksilar” yakni pelebaran rahang atas dengan sebuah alat yang disebut “ekspander”. Ekspander difiksasi pada palatum, dan terus melebar setiap malam selama 1 atau 2 bulan dengan putaran sebuah kunci. Ekspander dibiarkan berada didalam mulut selama 3 bulan untuk memberi waktu pada tulang agar mengeras pada posisinya yang baru. Braces (kawat gigi) dapat dipasangkan pada gigi atas ketika ekspansi berlangsung untuk secepatnya menutup celah gigi yang terbentuk selama rahang atas dipasang ekspander. Ketika ekspansi lengkap, pasien mungkin butuh menggunakan seperangkat braces utuh selama 1 – 2 tahun untuk mendapatkan pengunyahan yang ideal. 5

Teknik ekspansi ini lebih mudah dilakukan pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Didapati adanya sutura atau pemisahan alami tulang palatal kanan dan kiri. Setelah tulang ditarik maka tulang akan tumbuh menyatu kembali pada posisinya yang baru. Hal ini berjalan lambat dan tidak menyenangkan. 2

Pentingnya Perawatan

Crossbite harus dikoreksi karena dapat menyebabkan 8 :

  1. Gigi cepat tanggal
  2. Penyakit gusi
  3. Rahang asimetris
  4. Pengunyahan terganggu
  5. Senyum tidak menarik
  6. Hubungan rahang atau TMJ terganggu

Alasan utama mengkoreksi crossbite pada anak adalah untuk mencegah gangguan temporo-mandibular joint, artinya terjadi malfungsi atau ketidakteraturan yang menyebabkan tekanan berlebihan pada sendi rahang. Gangguan temporo-mandibular joint (TMJ) dapat mengakibatkan nyeri kepala dan pipi, bunyi klik / “tek tek” yang terjadi setiap membuka dan menutup mulut, pembatasan cakupan gerakan sendi rahang, dan beberapa gejala lainnya. Pada orang dewasa, perawatan ortodontik yang gagal sering meningkatkan gejala gangguan TMJ. 5

KESIMPULAN

Crossbite adalah ketika gigi atas dan gigi bawah tersusun berlawanan dari susunan normal yang tepat. Hal ini hampir selalu dihubungkan dengan buruknya bentuk dan barisan lengkungan gigi. Lengkungan yang ideal ditunjukkan dengan seluruh permukaan oklusal gigi atas hanya bertemu dengan permukaan oklusal gigi bawah antagonisnya. Hal ini bisa terjadi pada satu bagian (unilateral) atau bilateral. Crossbite pada umumnya dapat terjadi pada gigi belakang maupun gigi depan. Hal ini juga dapat mengenai satu gigi maupun seluruh gigi.

ë Etiologi crossbite :

¯ Genetik

¯ Pertumbuhan abnormal letak gigi dan rahang

¯ Faktor kebiasaan waktu kecil

ë Klasifikasi crossbite :

* Anterior crossbite

* Posterior crossbite

Perawatan

Langkah pertama, ”expansi maximum” yakni pelebaran rahang dengan menggunakan Quad Helix atau Rapid Palatal Expander.

Langkah kedua adalah dengan menggunakan “dental brace” yang berfungsi merapikan susunan gigi agar terlihat rapi dan pasien mampu mengunyah secara normal.

21 Comments »

  1. Dengan penuh kasih sayang kepada sesama dan dengan rasa bangga saya persembahkan sebuah award untuk adinda dengan harapan agar award ini menjadi pemacu semangat untuk terus berkarya dengan artikel-artikel menarik dan bermanfaat.Selamat,terima kasih dan salam dari Surabaya.

    Comment by Abdul Cholik — July 3, 2009 @ 6:53 pm | Reply

    • alhamdulillah… terima kasih pak cholik ^_^
      insya Allah…

      Comment by ningrum — July 4, 2009 @ 3:52 pm | Reply

  2. saya mau tanyaa,, di atas hanya dilampirkan nomor2 referensinya,,tapi ko tidak ada keterangan dari nomor2 itu yaah,,terimakasih banyak atas info tentang crossbite nya =)

    Comment by ria — April 7, 2010 @ 9:21 pm | Reply

    • ada mbak ria, tapi memang tidak saya cantumkan..
      kalau mau, saya kirim via email saja ya🙂

      Comment by ningrum — April 9, 2010 @ 5:40 am | Reply

  3. saya mau bertanya, apakah bisa perawatan crossbite posterior dengan RME ( rapid maxillary expansion ), kalau bisa apakah bapak dapat menjelaskan prosedur perawatan nya? dan kalau boleh bapak ada tidak website yang dapat saya kunjungi untuk mencari info mengenai RME. terima kasih pak.

    Comment by wira — May 27, 2010 @ 9:44 am | Reply

    • ralat ya.. saya tidak pernah dipanggil pak😀

      saya beri daftar referensi saja gimana? sebagian besar sumber berasal dari artikel luar negeri.. saya sendiri belum pernah ketemu kasus crossbite yang dirawat dengan RME (sewaktu coass di bagian gigi dan mulut dulu)

      Comment by ningrum — May 30, 2010 @ 7:54 pm | Reply

  4. mohon maaf ya mbak…
    saya kurang perhatian karna di atas saya liat ada foto bpk2…
    kalau referensi gak apa2 kok mbak…
    tolong ya mbak…terima kasih sebelum nya mbak…

    Comment by wira — June 1, 2010 @ 1:18 pm | Reply

    • permohonan maaf diterima🙂

      ditunggu via email ya referensinya…

      Comment by ningrum — June 2, 2010 @ 10:33 am | Reply

  5. Mohon maaf mba sebelumnya saya ingin tahu refferensinya yg tidak dicantumkan, jika berkenan boleh dikirimkan melalui email saya ? terima kasih sebelumnya

    Comment by wee — December 7, 2010 @ 1:53 pm | Reply

    • ditunggu ya🙂

      Comment by ningrum — December 28, 2010 @ 6:41 am | Reply

  6. Halo, ikutan komen ya hehe. Saya baru seminggu pasang bracket dan kasusnya taring kiri saya crossbite, langsung deh saya googling info nya dan nemu blog ini, wah, thanks ya info nya bu, saya jadi ga sabar nunggu 3-4bulan lagi, ga sabar liat pergeseran gigi saya jd rapi hehe. Sekian curhatnya. Makasih.

    Comment by Nengsunshine — December 9, 2010 @ 1:52 am | Reply

    • boleh mbak🙂
      semoga hasilnya memuaskan ya

      Comment by ningrum — December 28, 2010 @ 6:41 am | Reply

  7. maaf bs minta referensinya gak?? terima kasih

    Comment by willy — July 15, 2011 @ 12:49 pm | Reply

    • dimaafkan :p
      bisa koq

      Comment by ningrum — August 13, 2011 @ 3:46 pm | Reply

  8. Mba,mau tanya,gigi saya crossbite apakah bisa dlakukan prawatan utk crossbite,sdangkan gigi atas saya dipasang gigi palsu lepasan ada 3 buah? Saya crosbite sejak tumbuh gigi permanen sampai skrg sdh umur 29thn,masih bisa tdk ya?thx

    Comment by chibee — September 17, 2011 @ 5:54 am | Reply

  9. hi, boleh minta referensinya? terima kasih😉

    Comment by Rayna — March 9, 2013 @ 7:25 pm | Reply

  10. Halo, boleh minta diemail-in refrensinya juga ? Dan mungkin di Surabaya ada dokter yang mbak tahu bisa mengatasi crossbite.. terimakasih banyak

    Comment by william — August 29, 2013 @ 9:05 pm | Reply

  11. Mb..anak sy umur 4 1/2 thn,giginy jg cross bite..kl didaerah serpong dokter yg bagus dan ga terlalu mahal untuk perawatan gigi cross bite di dokter gigi siapa n praktekny dimana..tks mb

    Comment by linda — March 16, 2015 @ 8:22 pm | Reply

  12. Kak boleh minta referensinya? Terima kasih 😊😄

    Comment by Yun — September 7, 2015 @ 4:43 pm | Reply

  13. kak boleh minta refrensinya ? makasihhh🙂

    Comment by putri — August 20, 2016 @ 9:31 pm | Reply

  14. jual obat aborsi ampuh

    Crossbite | catatan kecil

    Trackback by jual obat aborsi ampuh — November 8, 2016 @ 7:02 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: