catatan kecil

July 1, 2009

ketika Bunda menangis…

Filed under: dari h@T! — ningrum @ 10:20 pm

Bunda…

Ketika Bunda berbicara pada ananda ketika itu, betapa ananda merasakan kesedihan dalam suaramu

Ketika Bunda bercerita tentang beban itu, betapa ananda membaca kesedihan di matamu

Ketika Bunda berkata Bunda merasa tak sanggup dan ingin menyerah, betapa ananda melihat getar kesedihan di bibirmu

Dan ketika Bunda mulai meneteskan air mata, betapa hati ini terasa begitu pilu…

Ananda merasakan kesedihan dalam setiap helaan nafasmu

Ananda merasakan sakit yang juga dirasakan hati lembutmu

 

Bunda…

Saat itu ananda berusaha tersenyum padamu, melawan segala rasa agar air mata ini tidak jatuh

Saat itu ananda meletakkan tangan ananda di pangkuanmu dan berusaha menghiburmu

Saat itu ananda sibuk mencari setiap kata yang dapat menghentikan tetesan air mata di pipimu

Saat itu ananda berbisik dalam hati, “bersabarlah sekali lagi Bunda… Allah pasti punya rencana dibalik semua ini”

Saat itu ananda cuma bisa berkata dalam sebuah bisikan singkat, “sudahlah Bunda…”

 

Bunda…

Bukankah Bunda yang selalu mengingatkan untuk bersabar?

Bukankah Bunda yang selalu mengajarkan untuk bersikap tegar?

Bukankah Bunda yang selalu mengatakan “semua atas izin Allah”?

Bukankah Bunda juga yang sering mengingatkan betapa ada makna dibalik setiap peristiwa?

Bukankah Bunda juga yang selalu mengajarkan untuk menerima takdir, baik ataupun buruk?

 

Bunda…

Berhentilah menangis…

Berhentilah meneteskan air mata itu…

Percayalah Bunda… Allah tidak akan pernah memberi ujian pada seorang hamba, yang hamba tersebut tidak sanggup menjalaninya

 

Bunda…

Jika suatu saat Bunda merasa lelah… berbagilah beban itu dengan ananda…

Jika suatu saat Bunda merasa perlu berpegangan, raihlah tangan ananda…

Jika suatu saat Bunda merasa tak sanggup lagi… katakanlah pada ananda…

Maka ananda akan menjadi penopang untukmu Bunda, kembali menegakkan Bunda dalam ketegaran…

 

(Medan, 1 Juli 2009… teruntuk bunda tersayang… yang selalu mengajarkan banyak makna tentang kehidupan… luv u always)

15 Comments »

  1. Bukankah Tuhan tak memberi beban diluar kemampuan makhluknya.Jadi bunda harus tetap tegar,setegar karang ditengah lautan.
    Salam untuk bunda juga ya.

    Comment by Abdul Cholik — July 3, 2009 @ 5:06 pm | Reply

    • terima kasih pakdhe… salamnya saya sampaikan ^_^
      saya berharap bunda akan tetap tegar… dan semoga suatu hari saya bisa setegar bunda…

      Comment by ningrum — July 4, 2009 @ 3:57 pm | Reply

  2. hikz..maafkan aku bunda..karena aku telah nakal..aku janji gak akan nakal lagi hehe..sabar yah bunda..jewer aja mbak ning nya kalo nakal😀

    Comment by zevyanz — July 3, 2009 @ 5:28 pm | Reply

    • hihi… bukan mbak yang buat bunda nangis zev… jadi mbak ga bakalan dijewer ma bunda ^_^

      Comment by ningrum — July 4, 2009 @ 3:56 pm | Reply

  3. hehe..ya udah kalo gitu mbak sebagai anaknya harus menghibur bunda..duh bunda..jangan nangis dunk hehe

    Comment by zevyanz — July 4, 2009 @ 5:59 pm | Reply

    • iya… mbak akan menghibur bunda ^_^
      itu rencananya… hehehe

      Comment by ningrum — July 5, 2009 @ 1:37 pm | Reply

  4. Jadi ingat waktu kecil pernah nakal bangets sampai emak pukul dan cubit paha ana hingga biru2. Ana nangis sampai akhirnya tidur karena capek. Di malam harinya ana terbangun (tetapi tetap pura-pura tidur) karena kejatuhan air mata emakku tersayang. Jelas terdengar desah nafasnya yang tak teratur karena menahan tangis, dan bisikannya meminta maaf yang berulang-ulang.

    Itu kisah ana saat emak menangis. Sejak saat itu ana berjanji untuk tidak membuat emak ana menangis. Tapi sayang janji itu belum bisa terpenuhi sampai sekarang. Ana masih sering membuat beliau menitikkan air mata…

    Koq jadi curhat ya …

    Comment by abuyervant — August 1, 2009 @ 3:50 am | Reply

    • duh, melakukan apa ya sampai emak-nya menangis??
      kalau dipikir-pikir ketika seorang ibu memarahi anaknya karena telah melakukan suatu kesalahan, itu sebenarnya karena rasa sayang si ibu.. agar si anak tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya..
      janjinya untuk tidak membuat emak menangis harus ditepati lho… jangan lupa🙂

      Comment by ningrum — August 1, 2009 @ 4:59 am | Reply

  5. artikel ini sdh terdaftar di blogcarnival.com
    terima kasih partisipasi mbak ningrum..

    “Maka ananda akan menjadi penopang untukmu Bunda, kembali menegakkan Bunda dalam ketegaran…”
    kalimat ini sungguh membuat saya terharu

    Comment by guskar — December 1, 2009 @ 2:47 pm | Reply

    • waahhh, makasih banyak gus. saya pikir tadi ndak bisa disubmit, saya bingung soalnya😀
      waktu membuat itu, saya memang agak termehek-mehek gus, terlalu menghayati🙂

      Comment by ningrum — December 1, 2009 @ 4:11 pm | Reply

  6. Salam,
    Poem yang Indah Ning, aku jadi tambah kangen Ibu secara jauh gitu, trims🙂

    Comment by nenyok — December 8, 2009 @ 9:01 am | Reply

    • duh, jadi malu sama ney😀
      telfon dong ibu ney, biar rasa kangennya hilang🙂

      Comment by ningrum — December 9, 2009 @ 5:22 am | Reply

  7. Salam Takzim
    Saya doakan semoga berhasil mencapai ke titik pemenang pada Carnaval yang dilaksanakan di blognya kang guskar
    Salam Takzim Batavusqu

    Comment by batavusqu — December 8, 2009 @ 4:59 pm | Reply

    • salam pak isro🙂
      terima kasih banyak doanya ya🙂

      Comment by ningrum — December 9, 2009 @ 5:23 am | Reply

  8. Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
    Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
    http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/

    Comment by guskar — December 13, 2009 @ 5:26 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: