catatan kecil

August 4, 2009

Sudden Death

Filed under: Forensik,med papers — ningrum @ 11:08 pm

PENDAHULUAN

Di Inggris, kematian mendadak yang tidak dijelaskan sering tercatat sebagai kematian karena sebab yang alami. Para ahli percaya bahwa kebanyakan dari kematian ini dikarenakan Sudden Death Syndrome (sindroma kematian mendadak) atau Sudden Cardiac Death (kematian jantung mendadak). Sampai hukum berubah atau sampai para ahli forensik menunjukkan jantung kepada ahlinya, kita tidak akan tahu gambaran yang sebenarnya.1

Setiap kematian yang penyebabnya tidak langsung diketahui harusnya secara hukum dilaporkan ke bagian forensik. Hal ini sebagai tambahan pada kematian yang penyebabnya tidak alami. Sekitar 1/3 dari kematian ini telah dilaporkan ke bagian forensik.1

Jika dapat dinyatakan secara jelas dan masuk akal bahwa kematian tidak disebabkan oleh penyebab tidak-alami atau tidak disebabkan oleh pengaruh luar (seperti kecelakaan, obat-obatan, keracunan dan lain sebagainya), namun disebabkan oleh suatu penyebab yang walaupun jarang dan tidak diharapkan muncul secara spontan dari sebab fisiologis, maka bagian forensik akan menyatakan kematian tersebut dikarenakan penyebab yang alami. Penyebabnya akan dipastikan dan dokumen akan dibuat agar kematian terdaftar dan pemakaman dapat dilanjutkan.1

Dengan Sudden Death Syndrome (sindroma kematian mendadak) atau Sudden Cardiac Death (kematian jantung mendadak), tidak hanya disebabkan karena tidak adanya persiapan untuk menghadapi kematian (sebagaimana pada stadium akhir penyakit), namun juga karena tidak satupun dari penyakit tersebut yang terjadi kebetulan, dimana terdapat kepastian dan hubungan langsung antara kejadian dan akibat yang tragis. Hal ini mengakibatkan orang-orang terdekat dari orang yang meninggal tersebut, menyalahkan diri sendiri karena tidak menjumpai gejala-gejala yang bisa menyebabkan kematian tersebut.1

DEFINISI

Kematian mendadak tak terduga adalah kematian yang disebabkan penyakit alamiah (didapat/kongenital) yang terjadi seketika beberapa menit, jam atau hari, dimana tidak ditemukan unsur trauma atau keracunan. Seringnya disebabkan oleh penyakit kardiovaskular.2,7

Kematian seseorang yang tidak wajar selalu mendatangkan kecurigaan. Polisi akan meminta visum et repertum dari dokter untuk : (1) menentukan sebab kematian, (2) menyingkirkan unsur kriminil yaitu berupa kekerasan/keracunan, (3) selain itu digunakan untuk: statistik kematian, asuransi dan kepentingan umum (penyakit menular).2

PENYAKIT-PENYAKIT YANG DAPAT MENIMBULKAN KEMATIAN MENDADAK2

  1. Sistem Kardiovaskuler (> 70%)
    • Penyakit Jantung Koroner
    • Infark miokard
    • Miokarditis
    • Ruptur aneurisma aorta akibat penyakit sifilis
    • Ateroma akibat penyakit hipertensi, diabetes mellitus dan lain-lain
    • Perdarahan subaraknoid
    • Ruptur Berry Aneurisma
    • Pecahnya plak ateroma
    • Ruptur arteri akibat hipertensi dan trombosis
    • Emboli, Neoplasma, Kista dan Infeksi
    1. Sistem Susunan Saraf (10%)
      1. Sistem Pernafasan (10%)
      • Tuberkulosis
      • Infeksi
      • Neoplasma
      • Emboli Paru
      • Pneumotoraks
      • Varises esofagus
      • Ulkus
      • Infeksi
      • Neoplasma
      • Kanker hepar
      • Ruptur limpa
      • Obstruksi usus
      • Kehamilan ektopik
      • Abortus
      • Penyakit ginjal
      • Uremia
      • Penyakit-penyakit metabolik
      • Leukemia
      • Asma
      • Epilepsi
      1. Sistem Pencernaan dan Urogenital (10%)
      1. Lain-lain

      SUDDEN DEATH SYNDROME (SINDROMA KEMATIAN MENDADAK)

      Sudden Death Syndrome merupakan istilah yang meliputi banyak penyebab berbeda pada henti jantung yang menyerang orang-orang muda. Kondisi ini meliputi penebalan atau struktur yang abnormal dari otot jantung dan iregularitas dari rangsang elektrik yang mengganggu ritme alami jantung.3

      Kejadian Sudden Death Syndrome didefinisikan sebagai non-traumatik, tanpa kekerasan dan tidak diharapkan yang muncul dari henti jantung dalam sedikitnya 6 jam dimana sebelumnya disaksikan dalam kondisi sehat.3

      Di Inggris, kematian mendadak yang tidak dapat dijelaskan sering dilaporkan sebagai kematian dengan penyebab alami. Para ahli meyakini bahwa kebanyakan kematian-kematian ini dikarenakan Sudden Death Syndrome.3

      Ada cara yang sederhana untuk mendiagnosa sebagian besar abnormalitas yang dapat berujung pada kematian mendadak. Caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan EKG. Pemerisaan EKG ini merupakan pemeriksaan yang cepat, tanpa nyeri dan terjangkau. Untuk lebih jelasnya dapat dilakukan echocardiogram jika memang dibutuhkan. Pemeriksaan EKG dapat dilakukan bila dalam satu keluarga terdapat riwayat kematian mendadak, atau jika seseorang mendapati gejala berikut:3

      • Nyeri dada (sehubungan dengan latihan)
      • Sesak nafas
      • Palpitasi
      • Pusing
      • Pingsan

      SUDDEN CARDIAC DEATH (KEMATIAN JANTUNG MENDADAK)

      Kematian mendadak pada henti jantung  merupakan masalah kesehatan utama yang jarang dipublikasikan jika dibandingkan dengan serangan jantung.4

      Kematian jantung mendadak (yang juga disebut sebagai henti mendadak) adalah kematian yang disebabkan oleh hilangnya fungsi jantung (henti jantung). Korban mungkin saja dan mungkin juga tidak, terdiagnosa dengan penyakit jantung. Waktu dan bentuk kematian tidak dapat diperkirakan. Kematian muncul dalam hitungan menit setelah gejala muncul. Alasan mendasar yang paling mungkin bagi pasien yang meninggal tiba-tiba karena henti jantung adalah penyakit jantung koroner (terbentuknya lemak pada dinding arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung).4

      Semua penyakit jantung yang diketahui dapat mengakibatkan henti jantung dan kematian jantung mendadak. Kebanyakan henti jantung yang mengakibatkan kematian mendadak muncul ketika rangsangan elektrik pada jantung yang sakit menjadi cepat (takikardi ventrikular) atau menjadi kacau (fibrilasi ventrikular) atau keduanya. Ritme jantung yang ireguler ini (aritmia) menyebabkan jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Beberapa henti jantung dikarenakan perlambatan jantung yang ekstrim, yang disebut bradikardi.4

      Pada 90% korban dewasa pada kematian jantung mendadak, dua arteri koroner utama menyempit karena pembentukan lemak. Pembentukan parut pada serangan jantung terdahulu ditemukan pada 2/3 korban. Jika kematian mendadak muncul pada usia dewasa muda, abnormalitas jantung lainnya lebih sering menjadi penyebab. Pelepasan adrenalin selama aktifitas fisik atau atletik yang keras selalu berperan sebagai pencetus kematian mendadak ketika terdapat abnormalitas tersebut. Pada kondisi tertentu, berbagai pengobatan jantung dan obat-obatan lainnya – sebagaimana penyalahgunaan obat-obatan ilegal – dapat menyebabkan ritme jantung abnormal yang menyebabkan kematian mendadak.4

      Istilah “serangan jantung masif” sering disalahgunakan oleh media untuk menjelaskan kematian mendadak. Istilah “serangan jantung” merujuk kepada kematian jaringan otot jantung yang disebabkan kehilangan persediaan darah. Serangan jantung dapat menyebabkan henti jantung dan kematian jantung mendadak, namun istilah tersebut tidak saling bersinonim.4

      Pasien yang memiliki resiko untuk terjadinya kematian jantung mendadak bisa jadi memiliki gejala prodromal seperti nyeri dada, fatigue, palpitasi dan keluhan nonspesifik lainnya. Riwayat dan gejala yang berhubungan, untuk beberapa tingkatan bergantung kepada etiologi yang mendasari kematian jantung mendadak tersebut. Sebagai contoh, kematian mendadak pada pasien yang lebih tua dengan penyakit arteri koronaria yang penting mungkin dihubungkan dengan nyeri dada yang mendahuluinya disebabkan infark miokard masif, dimana kematian jantung mendadak pada pasien muda mungkin dihubungkan dengan riwayat sinkop terdahulu dan/atau sejarah sinkop pada keluarga dan kematian jantung mendadak yang diakibatkan sindroma aritmia warisan/yang diturunkan.5

      Faktor resiko sehubungan dengan penyakit arteri koronaria dan infark miokard berikutnya dan kardiomiopati iskemik juga penting dan termasuk riwayat keluarga berupa penyakit arteri koronaria prematur, merokok, dislipidemia, hipertensi, diabetes, obesitas dan gaya hidup yang kurang berolahraga. Beberapa perhatian khusus seperti tersebut dibawah ini:5

      • Penyakit Arteri Koronaria
      • Henti jantung sebelumnya
      • Sinkop
      • Infark miokard terdahulu, khususnya dalam waktu 6 bulan
      • Fraksi ejeksi < 30-50%
      • Henti jantung sebelumnya
      • Sinkop
      • Fraksi ejeksi < 30-50%
      • Penggunaan obat-obatan inotropik
      • Henti jantung sebelumnya
      • Sinkop
      • Riwayat kematian jantung mendadak dalam keluarga
      • Palpitasi
      • Kebanyakan asimtomatik
      • Kardiomiopati dilatasi
      • Kardiomiopati hipertrofi
      • Penyakit valvular
      • Penggantian katup jantung dalam waktu 6 bulan terakhir
      • Sinkop
      • Riwayat ektopi ventrikular yang sering
      • Gejala yang dihubungkan dengan stenosis katup aorta atau katup mitral berat yang tak terkoreksi
      • Sejarah keluarga dengan sindroma QT memanjang dan kematian jantung mendadak
      • Obat-obatan yang memperpanjang interval QT
      • Tuli bilateral
      • Sindroma QT memanjang

      Penyebab kematian jantung mendadak

      1. Penyakit Jantung Iskemik

      Pada pemeriksaan post mortem orang yang meninggal akibat kematian jantung mendadak, aterosklerosis merupakan temuan patologis yang paling umum. Orang-orang yang selamat dari henti jantung, penyakit jantung koroner pada pembuluh darah menujukkan > 75% stenosis diobservasi pada 40-86% pasien, bergantung pada usia dan jenis kelamin populasi yang diteliti. Studi autopsi menunjukkan hasil yang sama; pada studi 169 jantung, rata-rata 61% pasien meninggal karena kematian jantung mendadak, dan > 75% terdapat stenosis pada 3 atau 4 pembuluh darah dan lesi yang sama buruknya muncul pada sekurangnya 2 pembuluh darah pada 15% kasus lainnya. Tidak ditemukan lesi arteri koroner tunggal sehubungan dengan meningkatnya faktor resiko kematian jantung mendadak. Berdasarkan temuan ini, hanya sekitar 20% autopsi sehubungan dengan kematian jantung mendadak yang menunjukkan bukti infark miokard baru. Proporsi autopsi yang lebih besar menunjukkan bukti infark miokard yang telah sembuh. Kebanyakan jantung tersebut juga mengungkapkan bukti adanya celah plak, perdarahan dan trombosis.5

      Kelainan arteri koronaria non-aterosklerotik, temasuk lesi kongenital, emboli arteri koroner, arteritis koroner dan kelainan mekanis arteri koroner telah dihubungkan dengan peningkatan insiden kematian mendadak.5

      1. Kardiomiopati non-iskemik5,6
      • Kardiomiopati berdilatasi
      • Kardiomiopati hipertrofi
      • Displasia ventrikel kanan aritmogenik
      1. Penyakit Valvular5
      • Stenosis Aorta

      Kematian jantung mendadak wajar terjadi pada pasien dengan stenosis aorta progresif. Mekanisme sudden death pada stenosis aorta ini tidak jelas, dan dijumpai aritmia ventrikular maligna dan bradiaritmia.

      • Penyakit valvular lainnya : insufisiensi aorta, stenosis mitral.
      1. Penyakit Jantung Kongenital, misal tetralogi Fallot, transposisi arteri besar, stenosis aorta, sindroma marfan, prolaps katup mitral, sindroma Eisenmenger, blok jantung kongenital, sindroma Kawasaki dan lain-lain.5
      1. Abnormalitas elektrofisiologis primer (misal sindroma QT memanjang, sindroma QT memanjang dapatan, sindroma QT memendek, dan lain-lain)5,6
      1. Penyebab Lain

      Emboli paru merupakan penyebab yang cukup sering pada kematian mendadak pada orang-orang yang beresiko. Faktor resiko termasuk riwayat sebelumnya baik pribadi maupun keluarga  berupa: tromboemboli vena dalam, malignansi, status hiperkoagulabilitas, trauma mekanis terbaru seperti operasi pinggul atau lutut.5

      Diseksi aorta atau ruptur aneurisma merupakan penyebab utama kematian kardiovasukular non-aritmia yang terjadi diluar rumah sakit. Faktor predisposisi untuk diseksi aorta termasuk defisiensi kolagen genetik seperti pada sindroma Marfan, sindroma Ehlers-Danlos dan nekrosis aorta kistik medial.5

      PEMERIKSAAN

      1. Pemeriksaan luar dan dalam
      2. Pemeriksaan Patologi Anatomi
      3. Pemeriksaan Toksikologi
      4. Pemeriksaan Bakteriologi
      5. Pemeriksaan Parasitologi
      6. Pemeriksaan Serologi
      7. Pemeriksaan Virologi
      8. dan lain-lain

      Bila semuanya telah diperiksa, maka sebab kematian dapat ditentukan dengan pasti, dan juga berani menyatakan tidak diketahui (pada 5% kasus)2

      Berdasarkan data statistik, kasus sudden death di bagian Forensik FK-UI adalah 10% dengan perbandingan jenis kelamin laki-laki dan perempuan 5 : 1.2

      Leave a Comment »

      No comments yet.

      RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

      Leave a Reply

      Fill in your details below or click an icon to log in:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

      Google+ photo

      You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

      Connecting to %s

      Blog at WordPress.com.

      %d bloggers like this: