catatan kecil

September 4, 2009

Perkembangan & Gangguan Pendengaran

Filed under: med papers,Pediatri — ningrum @ 9:33 am

PENDAHULUAN        

Seorang anak bukan merupakan orang dewasa dalam bentuk kecil, karena ia mempunyai sifat yang berlainan dari orang dewasa. Ia harus tumbuh dan berkembang sampai dewasa agar dapat berguna bagi masyarakat.

Walaupun pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu, seorang anak dalam banyak hal bergantung kepada orang dewasa. Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan, perkembangan dan kematangan tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Untuk perkembangan yang normal diperlukan pertumbuhan yang selalu bersamaan dengan kematangan fungsi. Untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimum diperlukan berbagai faktor misalnya makanan harus disesuaikan dengan keperluan anak yang sedang tumbuh. Penyakit infeksi akut maupui kronis menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pencegahan penyakit menular merupakan hal yang penting, disamping diperlukan bimbingan, pembinaan perasaan aman dan kasih sayang dari ayah dan ibu yang hidup rukun, bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang sehat.1

Pendengaran merupakan lintasan sensorik yang primer melalui mana anak, secara normal, memperkembangkan kemampuan berbicara serta bahasa mereka. Gangguan pendengaran pada usia berapapun dapat terjadi, kendati hanya merupakan gangguan pendengaran dengan derajat yang ringan sekalipun, akan dapat mengakibatkan timbulnya permasalahan kemampuan berbicara, penguasaan bahasa serta belajar. Oleh karena itu merupakan sesuatu yang esensial bahwa terdapatnya kehilangan pendengaran pada anak dapat dikenali sedini mungkin serta pengelolaannya direncanakan dengan segera. Keterampilan yang dimiliki oleh audiologist yang bersangkutan adalah esensial dalam mengenali terdapatnya, derajat serta tipe gangguan pendengaran yang bersangkutan.2

 

PENDENGARAN

Selama periode lanjut kehamilan, janin merespon terhadap suara. Saat lahir, seorang bayi bereaksi terhadap suara, akan tetapi terbatas pada suara-suara tertentu saja. Kemampuan menentukan dan menoleh ke arah suara muncul nantinya di tahun pertama. Deteksi dini dari ketulian adalah penting. Jika dibiarkan tak teratasi, anak akan mengalami kekurangan dalam berbicara, berbahasa dan belajar, dan masalah tingkah laku yang merupakan hambatan dari kesulitan berkomunikasi.

 

PEMANTAUAN PENDENGARAN

  • Masa Bayi

Kejadian penting di dalam masa perkembangan sering digunakan oleh dokter untuk memantau pendengaran bayi. Peristiwa penting tertentu dapat membantu pemantauan, tetapi peristiwa lain justru dapat menyesatkan. Pada bulan pertama kehidupan bayi, bayi seharusnya bereaksi pada suara dan pada usia 4 bulan sudah harus menoleh pada suara orang tuanya. Walaupun begitu, peristiwa penting di dalam perkembangan bahasa ekspresif, seperti tertawa, menyebutkan suara verbal dan suara konsonan akan berkembang selama 4 – 6 bulan pertama baik pada bayi yang dapat mendengar maupun pada bayi yang tuli maka pemeriksaan ini tidak  dapat digunakan untuk mengidentifikasi anak dengan gangguan pendengaran.

  • Usia 6 – 12 bulan

Antara usia 6 dan 12 bulan, kemampuan bahasa ekspresif pada anak yang tuli akan menurun. Anak-anak ini dapat mengikuti perintah dengan bahasa isyarat tetapi tidak akan mengikuti perintah tanpa bahasa isyarat.

 

Daftar Pendengaran untuk orang tua
Lahir Terkejut dan berkedip pada kegaduhan tiba-tiba seperti suara bantingan pintu.
1 bulan

 

Mengenali suara panjang mendadak seperti vaccum cleaner dan bersela dan mendengarkan ketika dimulai lagi.
4 bulan

 

 

Tenang atau tersenyum pada suara anda bahkan ketika tidak dapat melihat anda. Anak juga dapat menolehkan kepalanya ke arah anda jika anda muncul dari belakang dan berbicara dari samping
7 bulan

 

Langsung menoleh ke arah suara anda di seberang ruangan atau pada suara yang sangat tenang disebelahnya, selama anak tidak disibukkan dengan hal lain
9 bulan

 

Mendengarkan dengan penuh perhatian pada suara yang sudah dikenalnya setiap hari dan mencari suara yang sangat pelan yang terdengar diluar penglihatannya. Juga menunjukkan kesenangan dengan berceloteh nyaring dan berirama.
12 bulan

 

Menunjukkan respon pada namanya dan kata-kata lain yang dikenalnya. Dapat merespon jika anda mengatakan tidak dan da-da bahkan ketika anak tidak melihat isyarat yang mengiringi.
Jika anda curiga anak anda tidak mendengar secara normal, mintalah nasehat dari dokter anda

 

 

GANGGUAN PENDENGARAN

Definisi

  • Gangguan Pendengaran Konduktif

Disebabkan oleh kerusakan pada telinga bagian luar atau tengah. Pendengaran berkurang pada suara yang dihantarkan melalui udara, tetapi suara yang dihantarkan melalui tulang akan terdengar secara normal.3

Gangguan pendengaran konduktif karena penyakit telinga tengah biasanya ringan sampai sedang, akan tetapi dapat menjadi berat. Kasusnya lebih sering terjadi daripada gangguan pendengaran sensorineural. Sehubungan dengan infeksi traktus respiratorius bagian atas, banyak anak memiliki episode gangguan pendengaran yang biasanya sembuh sendiri. Pada beberapa kasus otitis media supuratif kronik, gangguan pendengaran dapat terjadi selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Pada anak-anak yang gampang terinfeksi tidak muncul faktor resiko yang mudah terdeteksi, akan tetapi anak dengan Down Syndrome, palatum cleft dan atopi, sangat cenderung akan kehilangan pendengaran dari infeksi telinga tengah.4

Perhatian apapun tentang gangguan pendengaran harus diambil secara serius. Setiap anak dengan keterlambatan berbicara dan berbahasa, kesulitan belajar dan masalah tingkah laku maka pendengarannya harus dites, karena gangguan pendengaran ringan dapat menjadi penyebab penyerta tanpa orang tua menyadarinya.

 

 

  • Gangguan Pendengaran Sensorineural

Disebabkan oleh kerusakan pada koklea atau saraf auditorius. Baik suara yang dihantarkan melalui tulang maupun udara tidak terdengar normal.3

Tipe ini biasanya jarang (1 dari 1000 kelahiran; 1 dari 100 BBLSR). Tuli ini biasanya muncul saat lahir atau berkembang di tahun pertama kehidupan. Kehilangan pendengaran biasanya karena ketidaknormalan atau kerusakan koklea dan/atau hantaran saraf pusat.4

Tuli sensorineural ireversibel. Anak dengan gangguan pendengaran harusnya ditempatkan di depan kelas agar mereka dapat siap sedia melihat guru. Isyarat, konteks visual dan gerakan bibir juga akan membantu anak mengembangkan konsep berbahasanya. Berbicara mungkin terlambat, tapi dengan terapi yang tepat dapat menjadi kualitas yang bagus.4

 

Etilogi

Kongenital

  • Sindrom Genetika (Waardenburg, Usher, kraniofasial dan sindrom lainnya)
  • Tuli familial (70 – 80 % autosomal resesif)
  • Infeksi kongenital
  • Penggunaan obat ototoksik selama trimester pertama

Didapat

  • Sindrom genetika
  • Meningitis
  • Prematuritas
  • Hiperbilirubinemia
  • Anoksia saat lahir (nilai APGAR 5 menit 0 – 3)
  • Obat ototoksik
  • Trauma

Kesalahan yang paling umum adalah tidak segera merujuk anak melakukan tes secara dini. Banyak anak dengan gangguan pendengaran berat dan sangat berat tidak terdiagnosis hingga berusia 3 tahun atau lebih. Dokter sebaiknya menerapkan ambang batas yang rendah untuk merujuk anak menjalani pemeriksaan audiometri atau BAER. Sebagai respon terhadap kesulitan yang berhubungan dengan deteksi awal gangguan pendengaran, konferensi konsensus National Institutes of Health (NIH) yang berlangsung pada bulan Maret 1993, merekomendasikan skrining universal pada bayi berusia 3 bulan pertama. Namun, cara yang paling efektif untuk mengimplementasikan rekomendasi ini masih belum ditentukan.3

 

Berikut ini adalah tabel pembagian gangguan pendengaran.

 

Sensorineural

Konduktif

Penyebab Genetik

Antenatal dan perinatal

Infeksi kongenital

Preterm

Asfiksia neonatorum

Hiperbilirubinemia

Postnatal

Meningitis/encephalitis

Trauma kapitis

Obat-obatan (aminoglikosida)

Gangguan neurodegeneratif

Otitis media sekretori (glue ear)

Disfungsi tuba Eustachius:

Down syndrome

Celah Palatum

Pierre-Robin sequence

Hipoplasia mid-fasial

Wax (jarang menyebabkan gangguan pendengaran)

Kehilangan pendengaran Dapat dalam/berat (>90 dB kehilangan pendengaran) Maksimum 20-60 dB kehilangan pendengaran
Natural history Tidak bisa sembuh atau berkembang Intermiten atau teratasi
Manajemen Ampilfikasi atau cochlear implant jika perlu Konservatif, medikasi atau operasi

 

PREVALENSI KETERLAMBATAN BICARA & GANGGUAN PENDENGARAN BAYI/ ANAK

Prevalensi terlambat bicara bervariasi diperkirakan sekitar 3 – 10 %. Menurut Coplan gangguan perkembangan bicara dan berbahasa terjadi pada 10 – 15 % anak-anak pra-sekolah. Berdasarkan Survei epidemiologik di 7 Propinsi ( 1994 -1996) prevalensi gangguan pendengaran dan ketulian di Indonesia adalah 16,8 % dan 0.4 % ( Thailand ; 13,1 % dan 0.5 % ). Juga diketahui prevalensi ketulian sejak lahir sebesar 0.1 %. Data di Negara maju mendapatkan 1 – 3 penderita tuli dari 1000 kelahiran hidup.5

 Tanda-tanda masalah dalam perkembangan berbicara, berbahasa dan mendengar

Anak-anak mengembangkan kemampuan berbicara, berbahasa dan mendengar pada usia yang berbeda-beda. Bagaimanapun, hilangnya pendengaran dapat menyebabkan keterlambatan pada kemampuan anak anda untuk membuat suara, belajar berbicara dan berkomunikasi. Konsultasikan dengan dokter anda jika anda khawatir akan kemampuan bicara dan bahasa anak anda, atau jika anda menemukan hal-hal berikut :7

  • Tidak ada respon terhadap suara pada usia berapa saja
  • Bayi tidak bergerak atau terlonjak ketika ada suara keras
  • Berhenti berceloteh dini (tidak berceloteh sampai bayi berusia 9 bulan)
  • Tidak ada kata-kata yang tercetus saat usia 18 – 24 bulan
  • Tidak mampu mengikuti perintah sederhana pada usia 2 tahun
  • Gagap berlanjut sampai usia setelah 5 tahun
  • Kualitas berbicara yang sangat sedikit pada usia berapapun
  • Cairan mengalir dari telinga
  • Menarik-narik telinga (dengan gelisah dan tersinggung)
  • Sering demam dan infeksi telinga
  • Tidak merespon ketika dipanggil
  • Berbicara dengan keras
  • Sulit memahami percakapan di tempat ramai atau tempat yang ada keributannya
  • Sering meminta mengulangi kata atau kalimat yang telah disebutkan
  • Tidak dapat memahami orang lain kecuali berhadapan dengan orang tersebut
  • Menaikkan volume radio ataupun televisi, mengganggu pendengaran orang lain

Infeksi Telinga dan Anak Anda

            Infeksi telinga berulanga menempatkan anak anda pada resiko lebih besar untuk mendapatkan masalah berbicara dan berbahasa. Infeksi telinga tengah atau otitis media sering terdapat pada anak-anak (biasanya usia sejak lahir sampai 3 tahun). Otitis media akut sangat sakit dan khususnya dimulai dengan demam. Pada kebanyakan anak-anak otitis media sembuh dengan cepat.

            Akan tetapi, infeksi telinga dengan cairan (disebut otitis media dengan efusi atau OME) adalah kasus yang berbeda. Infeksi telinga jenis ini umumnya dilanjutkan dengan cairan kental yang mengisi telinga tengah mengganggu transmisi suara. Kehilangan pendengaran ringan dapat menyertainya.7

 

Tenang tetapi berbahaya

            OME dapat bertahan dimanapun mulai dari beberapa minggu sampai beberapa bulan. Sekitar 25 – 50 % dari kasus OME biasanya “tenang”, artinya tidak terdapat gejala. OME biasanya tidak terlalu sakit. Satu-satunya tanda adalah hilangnya pendengaran, jika ada. Akan tetapi, tidak setiap kasus OME menyebabkan hilangnya pendengaran pada anak-anak. Jika kehilangan pendengaran muncul, bahkan mungkin sangat tidak kentar: sebuah studi menemukan bahwa terdapat 60 % kasus, dimana orangtua tidak menyadari masalah pendengaran anak mereka dengan kasus OME.7

 

Tanda-tanda penting7

Tanda-tanda penting yang mengindikasikan cairan telinga kronik atau berulang adalah

  • Kurang perhatian
  • Menginginkan televisi atau radio lebih kuat suaranya daripada biasanya
  • Salah paham akan suatu perintah
  • Mudah marah yang tidak ada sebabnya
  • Menarik atau menggaruk-garuk telinga
  • Lesu

2 Comments »

  1. saya punya bayi usia 2,5 bulan sepertinya mengalami gangguan pendengaran. Dokter menyarankan mengikuti test BERA. Pertanyaan saya, seandainya dinyatakan ada gangguan, bisakah disembuhkan? Seandainya bisa sampai batas apa tindakan yg diperlukan? Terima kasih. Sejujurnya, saya benar2 gelisah menghadapi ini.

    Comment by estiwulan — November 14, 2010 @ 12:23 pm | Reply

    • tergantung jenis gangguan pendengarannya, pada saraf atau pada telinganya. teruslah berkonsultasi dengan dokter THT

      Comment by ningrum — November 22, 2010 @ 7:22 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: