catatan kecil

September 30, 2009

Yang baru dari masa lalu, yang lama terkenang kembali

Filed under: catatan,dari h@T! — ningrum @ 10:34 pm

Pernahkah terpikir, bahwa ketika kita bertemu kembali dengan orang-orang dari masa lalu kita, akan timbul banyak hal baru yang berbeda? Banyak hal yang bisa berubah dalam hitungan waktu 10 tahun. Kita berubah, orang-orang berubah. Ketika bertemu kembali setelah melewati begitu banyak perubahan, maka nuansanya pun akan terasa sangat berbeda. Namun bukan hanya hal baru yang bisa muncul dari orang-orang di masa lalu kita. Sesuatu yang disebut “kenangan” pun ikut kembali. Membawa sensasi berbeda pada diri kita, ketika kita membandingkan diri kita yang sekarang dengan diri kita sendiri di masa lalu. Kita akan sangat bersyukur jika perubahan pada diri kita adalah sesuatu yang dikategorikan baik. Dan kita akan merasa menyesal jika perubahan pada diri kita termasuk dalam kategori buruk, dimana hal itu berarti dalam hitungan waktu 10 tahun itu nilai kita semakin merosot.

Terkadang muncul rasa ingin tahu yang besar ketika kita bertemu kembali dengan orang-orang dari masa lalu kita. Membandingkan apa saja yang kiranya berubah dan apa saja yang tetap seperti waktu 10 tahun lalu. Dan biasanya kita akan tertarik dengan hal baru yang muncul dalam 10 tahun terakhir.

Pernahkah terpikir seberapa besar pengaruh yang akan muncul ketika kita bertemu orang-orang dari masa lalu kita? Seberapa besar hal baru yang muncul itu mempengaruhi diri kita? Dan sejauh mana kita akan terbawa oleh pengaruh tersebut?

Saya bertemu dengan salah seorang senior saya ketika saya tsanawiyah dulu setelah waktu 10 tahun yang panjang. Dia sudah menikah, punya dua anak dan bermukim di negeri orang pula. Mengesankan, betapa saya begitu mudahnya menjalin komunikasi dengan beliau, bertanya ini dan itu. Dan yang lebih mengesankan, saya berharap ketika silaturahmi ini bisa terjalin kembali, maka jalinan itu tidak akan terputus begitu saja. Apa yang mungkin diingat oleh senior saya tersebut adalah, saya orang yang sangat pendiam dan kutu buku, sulit berinteraksi dengan banyak orang. Namun ingatannya tentang saya tersebut langsung berubah ketika berbincang dengan saya. Ini yang saya katakan sebagai nuansa baru yang berbeda. Walaupun masing-masing kami menyadari bahwa kami jarang sekali berkomunikasi dulunya.

Saya menyadari satu hal, bahwa saya telah banyak berubah. Waktu dan tempat yang saya lalui banyak memberi warna baru pada pribadi saya sendiri. Dan saya cukup peka dengan perubahan.

Bertemu dengannya juga membuat aliran ingatan masa lalu saya mengalir deras dalam pikiran saya, saling berebutan untuk dibayangkan kembali dengan jelas. Bahwa kenangan masa lalu itu mencakup kenangan yang enak untuk diingat, namun juga terselip kenangan yang tidak enak untuk diingat.

Bahwa dulu pada suatu masa, seorang guru pernah menganggap saya sebagai murid yang paling jujur diantara teman-teman saya. Bahkan ketika teman-teman sekelas sepakat untuk berbohong, sang guru langsung mendatangi saya dan menanyakan kebenarannya kepada saya (mungkin lebih disebabkan guru tersebut mengetahui kelemahan saya yang tidak mampu berbohong ^_^)

Bahwa dulu pada suatu masa, saya pernah menentang keras ketidakjujuran, hingga bersitegang dengan seorang guru (duh, sang guru masih ingat tidak ya?). Dalam masalah tersebut pendirian saya tidak tergoyahkan dan sang guru dengan berbesar hati mengalah dan mengakui kekhilafannya.

Bahwa dulu pada suatu masa, saya adalah seorang gadis remaja yang cengeng dan sensitif sekali, sekaligus keras kepala dan tidak pernah menyerah kalau kebenaran berada di tangan saya.

Bahwa dulu pada suatu masa ada begitu banyak kenangan…

Ada saat dimana saya merindukan diri saya ketika remaja dulu. Labil, sibuk mencari jati diri, namun tetap berpegang teguh pada kebenaran dan kejujuran. Berpegang teguh pada kebenaran dan kejujuran. Bukan berarti saat ini saya menyepelekan kebenaran dan kejujuran. Tapi semangat yang ada kini berbeda, dengan kondisi yang berbeda pula oleh banyaknya pertimbangan ini dan itu.

Meskipun gelombang hal-hal baru menyapu diri dan pribadi kita, akan tetap ada sebentuk keyakinan diri yang tetap kokoh bagaikan karang. Tidak akan goyah walau gelombang menerjang.

Dan apapun yang terjadi di masa lalu kita, ikut membentuk kepribadian kita yang sekarang baik kita sadari ataupun tidak.

4 Comments »

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    perubahan itu memang selalu terjadi. termasuk kepada diri kita tanpa kita sadari. Justru oleh orang yang lama tidak pernah berjumpa perubahan itu terasa makin kentara.

    Comment by alamendah — September 30, 2009 @ 11:20 pm | Reply

    • boleh😀
      yup, setuju… saya malah berpikir setiap hari adalah perubahan🙂

      Comment by ningrum — October 2, 2009 @ 9:16 am | Reply

  2. mantap banget tulisannnya mbak…

    Comment by z — October 3, 2009 @ 7:00 pm | Reply

    • terima kasih zev🙂
      *lama tak bersua nih… hehe

      Comment by ningrum — October 5, 2009 @ 5:50 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: