catatan kecil

October 31, 2009

dan hati itu milik seorang wanita

Filed under: catatan — ningrum @ 7:57 pm

“Jumat nanti Abang ke Medan ya Ti”, begitulah janji Deni kepada Muti sebelum mengakhiri percakapan telepon mereka. Muti tersenyum senang, sekaligus berdebar karena untuk pertama kalinya ia akan bertemu dengan Deni sekaligus kedua orangtua Deni.

Muti mengenal Deni ± 1 tahun yang lalu. Kakak perempuan Deni, Dian, adalah senior di kampus Muti. Dian mengenalkan Deni kepada Muti, dan selama berbulan-bulan mereka berhubungan lewat telepon dan sms, karena Deni tinggal di lain kota. Hubungan mereka tampaknya serius terbukti dengan niat Deni yang hendak memperkenalkan Muti kepada kedua orangtuanya.

Hari H tiba, Muti pun akhirnya bertemu dengan Deni beserta kedua orangtuanya. Segala sesuatunya berjalan normal, begitulah menurut Muti. Memang ada sedikit kecanggungan, karena itulah pertama kalinya Muti bertatap muka dan berbicara langsung dengan Deni. Secara singkat, pertemuan itu masih dalam batas normal, menurut Muti.

Keesokan harinya, Muti menunggu kabar dari Deni. Namun seharian penuh tidak ada kabar. Muti pun sabar menunggu, berpikiran positif bahwa Deni mungkin sibuk. Minggu pagi, Muti mengirimkan pesan singkat kepada Deni, menanyakan kabarnya. Namun pesan singkat tersebut tidak berbalas. Muti menunggu, hatinya kini was-was, ada apa gerangan? Setelah berusaha menunggu, Muti pun akhirnya menyerah dan segera memutuskan untuk menelepon Deni.

Deringan pertama… deringan kedua… deringan ketiga…

“Halo”, sapa suara seorang wanita. Muti kaget bukan main. Aku salah memencet nama di kontak ya? Muti memperhatikan layar HP nya, namun memang nama Deni lah yang ada di layar HP tersebut.

“Halo…”, sapa wanita itu lagi.

“I.. iya.. halo…Bang Deni ada? Ini nomor Bang Deni bukan?”, Muti menjawab tergagap.

“Ini siapa ya?”, tanya wanita tersebut. Muti bingung menjawab apa.

“Lho, ini siapa? Ini nomor Bang Deni kan?”, Muti kembali memastikan.

“Iya, ini memang nomor Deni, saya teman dekatnya. Kami bertukar HP untuk sementara waktu ini. Ini siapa? Ada perlu apa?”, tanya wanita itu lagi.

“Maaf ya…”, Muti langsung mematikan HP.

Air mata menggenang di pelupuk matanya. Muti kecewa, Muti terluka. Apa sebenarnya yang terjadi? Muti benar-benar bingung. Dua hari yang lalu, Muti yakin Deni masih menggunakan nomor yang sama sebelum berjumpa dengan Muti. Muti benar-benar bingung, dan dalam kebingungannya air matanya tiba-tiba jatuh tanpa disadarinya. Dan semakin lama air mata itu semakin deras dan tak terbendung lagi. Muti pun menangis.

12 Comments »

  1. Hlo kenapa ko nangis,gampang amat sih. Apa karena ada kalimat ” ini teman dekatnya?”. yeeee,gitu saja kok nangis, apakah ini memang hati seorang wanita ?
    Seandainya putus cinta ya cari lagi tho. Kan lebih baik putus cinta sekarang daripada putus cinta setelah menikah.Jodoh sudah disiapkan oleh Sang Khaalik kan.
    Kapann sih janur kuning berkibar.

    Comment by Pakde Cholik — November 2, 2009 @ 6:31 am | Reply

    • 2 minggu lho si muti nangisnya pakde.. kami teman2nya sampai bingung.
      memang benar lebih baik tau mereka ga cocok dari sekarang, daripada setelah menikah. tapi cara deni itu kan ga gentleman pakde. itu yang kami sesali..
      *kalau janur kuning berkibar masih belum jelas pakde. tapi ya seperti kata pakde, “Jodoh sudah disiapkan oleh Sang Khaalik kan” hehehe ditunggu aja deh😀

      Comment by ningrum — November 2, 2009 @ 9:18 am | Reply

  2. seharusnya Muti bersyukur krn mengetahui bahwa Deni hanya ingin berteman tdk ingin membangun hubungan yg serius.
    Rugilah bagi Muti, kalau hrs menangisi Deni.
    kan mumpung masih muda dan bebas memilih, pilihlah yg terbaik, masih banyak kan yg lebih dr Deni.
    Salam.

    Comment by bundadontworry — November 2, 2009 @ 1:03 pm | Reply

    • iya Bunda, nanti saya sampaikan ke Muti🙂
      mudah2an Muti dapat ganti yang lebih baik, dan mudah2an yang terakhir nanti benar2 serius
      terima kasih sudah mampir lagi Bunda

      Comment by ningrum — November 2, 2009 @ 1:49 pm | Reply

  3. oh iya aku mau koment baru keingetan he he

    tuk mbak muti tolong disampaikan ya..
    “Mbak jangan menangisi sesuatu yang memang bukan jadi milik mbak..percayalah sekali ini gagal, besok insya alloh akan sukses ( halah..ini kaya motivasi buat nyari kerjaan )wkwkw laki laki yang baik, soleh, bertanggun jawab dll yang baik-baik masih banyak ( termasuk saya huuu )

    buat deni yang misterius
    “oh wahai deni..kenapa kau tidak berterus terang kepada wanita yang telah kau berikan harapan indah, bahwa kau tidak suka atau apalah yang pasti sebuah alasan..orang teroris aja masih berani konferensi pers walo sambil sembunyi-sembunyi..”

    tapi y sudahlah..ini cerita nya dah ganti episode kan? he he

    Comment by zev — November 3, 2009 @ 9:14 pm | Reply

    • hmm… baiklah zev yg baik, sholeh, bertanggung jawab (seperti yg zev bilang), kita doakan mudah2an mbak muti dapat yg lebih baik🙂
      btw zev, deni ga punya nyali sebesar teroris sepertinya. atau nyali seperti artis yg sering buat konferensi pers hehehehe
      *terima kasih komentarnya lho ^_^

      Comment by ningrum — November 4, 2009 @ 5:35 am | Reply

  4. ha ha ha amiin..jadi malu nih
    sama-sama mbak..mau ngasi apa nih kalo aku komentar? wkwkwk

    Comment by zev — November 5, 2009 @ 6:16 am | Reply

    • huuuuu… memangnya minta apa zev? trus ngasinya gimana coba?😛

      Comment by ningrum — November 6, 2009 @ 5:44 am | Reply

  5. 1 tahun masa perkenalan belum kenal betul siapa deni sesun99uhnya🙄
    lalu untuk apa ke 2 oran9 tuana datan9?
    lah kok daku malah nanya yah😀

    coba ajah tanya la9i siapa sebenarnya temen dekatnya itu?
    somethin9 weird ju9a sebenrnya,tapi drpd nan9is nda ada jawaban,kan enakan nanya jadi jelas,klu da jelas baru dech keputusan ditan9an muti..

    ech ini cerpen apa beneran seeh?kok aku serius nan99epinnya😀

    **balik la9i ke padan9 ilalan9,la9i jadi ratu neeh dirumah bundo heheh,doakan yaaaa🙂 makasi **

    Comment by wi3nd — November 7, 2009 @ 10:31 am | Reply

    • duh, masih sempet mampir ya wi3nd, makasih lho
      ini kisah nyata wi3nd (sumber: seorang teman)
      walau baru setahun, tadinya deni serius lho. ga tau kenapa tiba2 ngulah gitu…
      muti ndak mau nanya sih maksud teman dekat itu apa. muti mau tutup buku katanya😀

      Comment by ningrum — November 7, 2009 @ 6:06 pm | Reply

  6. Baru kali pertama bertemu sudah begitu …

    Sudahlah …
    Tak layak untuk di tangisi …
    Kalem aja …

    Saya pikir ada banyak lelaki yang lain kok.

    Salam saya

    Comment by nh18 — November 8, 2009 @ 2:25 pm | Reply

    • iya mas, muti sudah tidak menangis lagi kok🙂
      sekarang muti sudah bisa tersenyum
      terima kasih sudah mampir, salam ^_^

      Comment by ningrum — November 9, 2009 @ 8:10 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: