catatan kecil

January 7, 2010

Pemeriksaan Medikolegal Dalam Pelayanan Kesehatan

Filed under: Forensik,med papers — ningrum @ 6:06 am

PENDAHULUAN 

Kebanyakan dokter kurang memahami peranan dan tanggungjawab dalam interaksi mereka dengan sistem hukum. Hal ini tidaklah mengejutkan, melihat meningkatnya kebutuhan mendesak akan praktisi medis oleh perundang-undangan, peraturan dan petunjuk.

 PETUNJUK MEDIKOLEGAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN

  • Persetujuan pengobatan

Praktisi medis dituntut memberikan informasi pada pasien mereka agar pasien mampu memahami :

–         Pilihan pengobatan mereka

–         Konsekuensi yang dapat diperkirakan dan efek samping dari setiap terapi atau intervensi yang diusulkan

–         Konsekuensi jika tidak berproses dengan pengobatan

–         Praktisi medis memberi nasehat pada pilihan klinis terbaik dan alasan mereka untuk opini profesional tersebut

  • Rekam Medis

Praktisi medis diharuskan menyimpan dengan akurat, rekaman perawatan yang telah diberikan pada pasien.

  • Kerahasiaan dalam hubungan dokter-pasien

Kerahasiaan adalah landasan hubungan dokter-pasien. Sebagai prinsip umum, pasien memiliki hak mengharapkan praktisi medis tidak akan menyingkap informasi yang didapat dari pasien dalam rangka hubungan dokter-pasien tanpa ijin dari pasien.

Pengecualian terhadap Kerahasiaan

a)     Jika pasien setuju untuk diungkapkan

b)     Dengan persetujuan seseorang yang berhak bertindak atas nama pasien

c)      Anggota keluarga

d)     Ketika informasi klinis perlu dibagi diantara tim yang melakukan pengobatan

e)     Untuk jaminan kualitas dan evaluasi pelayanan kesehatan

f)       Kelahiran

g)     Kematian

h)    Wajib melaporkan penganiayaan anak-anak

i)       Pemberitahuan penyakit infeksi kepada otoritas yang berhubungan

j)       Kebugaran untuk mengendarai kendaraan bermotor

k)     Contoh darah setelah kecelakaan

l)       Pemenuhan surat perintah pencarian

m)  Pemberitahuan praktisi kesehatan yang kecacatan kesehatannya dapat membahayakan publik

n)    Sertifikasi orang dengan penyakit mental

o)     Panggilan tertulis untuk tampil di pengadilan

p)     Resiko serius untuk dirinya dan orang lain

q)     Pengungkapan terhadap otoritas pemerintah

  • Permintaan pihak ketiga untuk penilaian atau laporan untuk pengadilan

Menyediakan laporan sebagaimana yang diminta pihak ketiga merupakan bagian penting pada praktek medis kontemporer. Hal itu juga merupakan satu dari banyak pengalaman praktisi medis sebagai gangguan terhadap kewajiban klinis mereka.

Praktisi medis yang diminta untuk memberikan laporan mungkin saja sebagai seorang dokter biasa yang mengobati pasien, atau diminta sebagai ahli independen untuk menilai pasien dan memberikan opini dan/atau rekomendasi tentang permasalahan semisal kebugaran untuk kembali bekerja. Kunci permasalahannya adalah bahwa laporan seperti itu ditulis sebagai permintaan pihak ketiga dan biasanya dibayar oleh pihak tersebut.

Pihak ketiga yang mencari laporan mungkin saja perusahaan asuransi, pemberi kerja pasien, otoritas menurut undang-undang, polisi, praktisi hukum, dan pengadilan.

  • Surat Keterangan Medis

Praktisi medis diminta untuk menyediakan sertifikat (surat keterangan) untuk tujuan berbeda-beda – surat keterangan sakit, surat keterangan kembali bekerja, kemampuan tubuh untuk mengendarai kendaraan dan surat keterangan kematian dan lain-lain.

Biasanya surat sakit berisi:

–         Nama dan alamat praktisi medis yang mengeluarkan surat keterangan

–         Nama pasien

–         Tanggal surat keterangan dibuat

–         Tanggal dimana pasien tidak merasa sehat untuk bekerja

–         Penjelasan tambahan tentang bantuan terhadap pekerja dalam memperoleh citu yang sesuai, khususnya jika terdapat pertentangan untuk kapan surat keterangan dibuat dan tanggal pada sura keterangan.

Diagnosa tidak selalu dibutuhkan untuk surat keterangan. Praktisi medis memiliki kewajiban untuk mengumpulkan dan membuat laporan informasi cukup berdasarkan fakta melalui anamnesa dan pemeriksaan untuk dicatat dalam bentuk apapun dalam surat keterangan. Surat keterangan harus tertanggal pada hari dimana surat tersebut ditulis – tidak boleh dimundurkan dalam keadaan apapun.

  • Memberikan Keterangan

Praktisi medis dapat dipanggil secara tertulis untuk tampil di pengadilan sebagai saksi di hadapan hukum dan pengadilan dan juga dapat diminta untuk memberikan keterangan. Ini berhubungan dengan pengobatan yang dilakukan oleh mereka, penilaian yang dilakukan dan observasi yang mereka buat. Bukti tersebut dapat berupa bukti fakta dan bukti pendapat.

Sebelum memberikan keterangan, praktisi medis harus meninjau kembali diri mereka dengan dokumen yang berhubungan dengan pasien tentang keadaan medis yang dibutuhkan untuk memberikan bukti. Praktisi medis harus mendasarkan pendapat mereka pada data dan menahan diri dari spekulasi, kecuali dengan jelas diminta melakukannya oleh pengadilan. Mereka harus menggambarkan dengan jelas antara fakta dan pendapat pribadi dan dipersiapkan untuk menjelaskan alasan muculnya pendapat tersebut, jika diminta untuk melakukannya.

  • Memberi kesaksian

Ketika praktisi medis diminta untuk memberi kesaksian, para praktisi harus menganggap dirinya bertindak dalam kapasitas sebagai praktisi medis dan menerapkan kemampuan klinis mereka. Seorang praktisi seharusnya tidak memberikan kesaksian jika dia menerima uang untuk kesaksian tersebut.

  • Bersaksi untuk dokumen hukum lainnya

Praktisi medis diminta untuk bersaksi atas berbagai dokumen hukum yang pasti. Banyak pertimbangan garis besar dalam hubungan kesaksian yang bisa diterapkan pada kesaksian dokumen lainnya.

KONTEKS LAYANAN MEDIKO-LEGAL DALAM KERANGKA SISTEM KESEHATAN

          Pengalaman layanan medikolegal setelah pemerkosaan bagi mereka yang selamat dan penyedia layanan mereka sangat banyak pada tingkat klinis individual, kualitas dan perlakuan perawatan yang diterima masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor namun meluas jauh ke pengaturan klinis segera. Jika kita mengerti dengan baik tujuan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi mereka yang selamat dari pemerkosaan, kita harus mengerti cara layanan ini dipetakan secara luas dalam lingkungan sosial dan politik sistem pelayanan kesehatan.

          Pelayanan mediko-legal perlu ditinjau ulang dalam konteks sistem kesehatan yang luas. Kebijakan, program dan prosedur yang akan dihasilkan dalam kepedulian yang lebih baik dapat selalu diimplementasikan tanpa sumber daya yang banyak, namun sistem kesehatan yang lebih luas tidak selalu mendukung implementasinya.

 PEMERIKSAAN MEDIKO-LEGAL

 Tujuan Umum

  • Secara umum dilakukan untuk tujuan mempersiapkan laporan untuk klaim perlukaan pribadi
  • Melindungi pekerjaan
  • Kewajiban umum
  • Kealpaan medis

 Pengaturan

  • Rencana percobaan yang baik ke depan
  • Janji temu melalui telepon dan mengkonfirmasikan dengan para dermawan dalam pencatatan
  • Semua pencitraan dan hasil-hasil tes lainnya yang ada

 Tujuan Pemeriksaan

  •  
    1. menetapkan yang menjadi penyebab
    2. memperkirakan kapasitas untuk bekerja
    3. menilai tingkat kecacatan

Pertanyaan-pertanyaan khusus, biasanya menyertakan hal-hal diatas, merupakan garis besar dalam surat dari para dermawan dan menuntut jawaban khusus.

 Keadilan

  • Berlaku sebagai pihak ketiga yang tidak berat sebelah
  • Sebagai ahli, tidak sebagai pengacara
  • Melaporkan hasil harus mencegah jargon hukum dan komentar-komentar mengenai kewajiban

 Pendekatan

  • Bedakan antara anamnese, pemeriksaan dan penyimpanan catatan sebagai dokter yang mengobati
  • Tidak bertindak secara langsung terhadap ketertarikan pasien
  • Memberi waktu yang cukup (1 jam)
  • Juru bahasa wajib
  • Mendorong untuk ditemani oleh keluarga atau teman

 Perekaman

  • Dictaphone

v     Dapat menyela laporan

v     Bukan perseorangan

v     Setelah itu dihapus

  • Catatan tertulis

v     Terbaik setelah konsultasi

  • Rekaman pasien

v     Tidak diijinkan

 Anamnesa

  • Membangun sikap netral dengan cepat dan mengumpulkan kepercayaan diri pasien
  • Membangun kronologi kejadian dengan akurat
  • Memisahkan dengan jelas antara riwayat yang didapatkan dari laporan lain dan yang diberikan oleh pasien
  • Pertanyaan rinci mengenai kapasitas kerja

 Pemeriksaan

  • Mulailah dengan perlahan
  • Menjelaskan setiap gerakan pemeriksaan
  • Memeriksa bagian yang tidak terluka terlebih dahulu
  • Mencoba manuver yang menyebabkan rasa sakit terlebih dahulu dan berhenti jika muncul rasa sakit
  • Sadar untuk menghormati privasi ketika pasien tidak mengenakan pakaian dalam pemeriksaan
  • Mengamati ketika berpakaian dan menanggalkan pakaian secara hati-hati, khususnya anggota tubuh bagian atas; naik dan turun meja pemeriksaan; duduk di ruang tunggu, berjalan ke dalam ruang periksa dan berjalan kembali ke kendaraan
  • Ketidak-konsekuen-an akan hampir selalu muncul
  • Bersaksi sebagaimana yang ditemukan, namun tetap memberi komentar pada ketidak-konsekuen-an, jika memang ada
  • Akhirnya, penilaian objektif terhadap kecacatan yang ada dibutuhkan, karenanya siasat untuk memperlihatkan kepura-puraan bukannya tidak beralasan

 Kelemahan

  • Penilaian berdasarkan petunjuk yang diatur oleh Asosiasi Medis
  • Jangan menawarkan pendapat seperti pada kerusakan pasien yang dapat pulih sebagai hasil dari perlukaan
  • Jangan berkomentar pada perlakuan proses pengadilan atau kemungkinan penyelesaian

 Penulisan Laporan

  • Persiapkan dengan segera
  • Tahan sampai pembayaran diselesaikan
  • Tersusun
  • Menolak jargon

 Masalah sehubungan dengan pasien

  • Perhatikan bahwa pasien tidak akan memperoleh kompensasi yang mereka yakini bahwa mereka mungkin saja

v     Marah

v     Pengobatan minim oleh pekerja

v     Paranoid

v     Adanya tambahan sadar dan tidak sadar

  • Salah pengertian mengenai tujuan pemeriksaan

v     Menjelaskan tujuan kunjungan dengan jelas

v     Persepsi bahwa dokter merupakan penjaga pintu untuk melindungi pekerjaan

 Masalah sehubungan dengan dokter

  • Takut penipuan

v     Normalnya ada asumsi kejujuran satu sama lain

v     Pertanyaan agresif

v     Pemeriksaan yang kasar

  • Tidak memihak pada pasien sebagai seorang manusia

v     Bukan dokter yang mengobati

v     Tidak ada kewajiban untuk peduli

 Keluhan

  • Sering didapati
  • Akibat faktor dokter-pasien yang disebutkan sebelumnya
  • Tidak adanya saksi independen untuk berkonsultasi

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: