catatan kecil

April 22, 2010

PRINSIP KEMOTERAPI KANKER (I)

Filed under: Bedah,med papers — ningrum @ 7:19 pm

I.      Siklus sel dan aktivitas obat

  1. Siklus sel digambarkan dalam Gambar 1.1 dan didiskusikan dalam Bab 1, Biologi Kanker dan Onkogen: Primer, bagian I.A.1. Kebanyakan sel harus melalui siklus sel untuk bisa dibunuh oleh kemoterapi dan terapi radiasi. Banyak agen-agen sitotoksik bekerja pada lebih dari satu fase siklus sel, termasuk yang diklasifikasikan sebagai fase spesifik. Contoh obat yang aktif dalam fase spesifik siklus sel adalah sebagai berikut
    1. Fase G0 : glukokortikoid untuk limfosit matur
    2. Fase G1 : L-asparaginase
    3. Fase S    : procarbazine dan antimetabolit
    4. Fase G2 : bleomycin dan alkaloid tumbuhan
    5. Fase M   : alkaloid tumbuhan
  2. Kategori obat. Agen-agen sitotoksik secara garis besar dikategorikan berdasarkan aktivitas mereka sehubungan dengan siklus perkembangan sel.
    1. Fase non-spesifik
      1. Obat-obat non-spesifik siklus membunuh sel yang tidak membelah (misal hormon steroid, antibiotik antitumor selain bleomycin)
      2. Spesifik siklus, obat nonspesifik-fase efektif hanya jika sel melalui siklus generasi, namun mereka dapat menimbulkan cedera pada titik manapun dari siklus (misal agen alkilasi)
      3. Farmakokinetik. Nonspesifik siklus dan spesifik siklus, obat-obat fase nonspesifik umumnya memiliki kurva respon-dosis linier: semakin banyak jumlah obat yang diberikan, semakin besar fraksi sel yang dibunuh.
    2. Fase spesifik
      1. Spesifik siklus, obat fase-spesifik efektif hanya jika muncul selama fase khusus siklus sel.
      2. Farmakokinetik. Spesifik-siklus, obat-obat fase spesifik mencapai batasan dalam kemampuan membunuh-sel, namun efeknya merupakan fungsi kedua waktu dan konsentrasi (Gambar 4.1). Diatas level dosis tertentu, peningkatan berikutnya pada dosis obat tidak menyebabkan lebih banyak sel yang mati. Jika konsentrasi obat dipertahankan selama beberapa waktu, lebih banyak sel memasuki fase letal spesifik dari siklus dan mati.
  3. Populasi kinetik. Pertumbuhan tumor bergantung pada ukuran pool proliferasi sel dan jumlah sel yang mati secara spontan. Semakin besar massa tumor, semakin besar persentase sel yang tidak membelah dan yang mati dan semakin lama waktu bagi rata-rata sel untuk membelah. Gambar 4.2 memperlihatkan kurva perumbuhan tumor teoritik (gompertzian). Beberapa ciri kurva berbentuk-sigmoid pada koordinat logaritma adalah sebagai berikut:
    1. Angka pertumbuhan (waktu ganda) adalah cepat selama stadium pertumbuhan awal dan eksponensial. Ketika tumor kecil dan tumbuh dengan cepat, sebuah proporsi sel relatif tinggi mengalami pembelahan; yaitu, fraksi pertumbuhan (rasio pembelahan terhadap sel total) adalah tinggi.
    2. Fraksi pertumbuhan menurun seiring tumor bertambah besar dan rupanya harus meningkat setelah terapi yang mengurangi volume tumor. Angka pertumbuhan secara nyata stabil karena restriksi ruang, availabilitas nutrisi, dan suplai darah.
    3. 1 x 109 sel mewakili 1 g jaringan dan jumlah terkecil sel tumor menuntut dapat dideteksi secara klinis (ekuivalen terhadap massa berdiameter 1 cm yang ditemukan pada film sinar-X atau pada pemeriksaan payudara). Tumor dengan 1012 dan 1013 sel (sekitar 2 – 20 lb kanker) biasanya menyebabkan kerusakan organ vital dan kematian pasien.
    4. 50% reduksi massa tumor mewakili hanya 1/3 log pengurangan volume tumor. Sebagai contoh, sebuah massa tumor pada film sinar-X terdiri dari 8 x 1010 sel yang berkurang setengah volumenya dengan kemoterapi masih terdiri dari 4 x 1010 sel.

II.      Karakteristik biologis sel kanker dapat dieksploitasi untuk menjadikan mereka rentan terhadap terapi obat. Meskipun proliferasi sel maligna terjadi dalam ketiadaan kontrol pertumbuhan internal dan eksternal yang normal, sel-sel kanker bergantung pada mekanisme yang sama seperti pembelahan sel yang ditemukan pada sel normal. Gangguan pada mekanisme tersebut mengarah pada kematian sel didalam kedua jaringan normal dan maligna.

  1. Eksploitasi apoptosis pada kanker (lihat Bab I, Biologi Kanker dan Onkogen: Primer, bagian II.A). Sel-sel kanker dengan mekanisme utuh untuk apoptosis dapat dipaksa mengalami apoptosis dengan kerusakan ireversibel pada DNA mereka. Terapi radiasi dan kebanyakan agen antineoplastik sitotoksik membunuh sel kanker dengan dengan merusak sel dan memicu apoptosis. Normalnya, ketika sel induk kanker dirusak, “template” selular untuk produksi fenotip maligna hilang atau rusak; karenanya, sel-sel ini tidak akan digantikan oleh jenis mereka lagi. Hilangnya sel jaringan normal sebagai akibat dari kerusakan DNA memicu proliferasi sel jaringan normal dan penggantian sel yang hilang dalam perilaku membatasi-diri.
  2. Eksploitasi pada proliferasi faktor kontrol pada kanker. Pengubah respon biologi telah digunakan terutama untuk merangsang sistem imun sel terpilih, yang kemudian memperlihatkan aktivitas antikanker. Pengubah ini termasuk, interferon, interleukin, dan beberapa faktor pertumbuhan.
  3. Ekslpoitasi maturasi abnormal pada sel kanker
    1. Langsung bertindak faktor-faktor maturasi menekan sel yang belum lengkap berdiferensiasi menjadi matang sepenuhnya. Teknik ini dicontohkan oleh asam trans retinoat untuk pengobatan leukemia promielositik akut. Agen lainnya seperti vitamin D dan cytocine arabinoside, dapat memicu maturasi beberapa tipe sel induk leukemik secara in vitro.
    2. Pemusnahan sel induk dapat meninggalkan populasi sel matur, yang kemudian melengkapi diferensiasinya menjadi jaringan non-maligna matur. Fenoma ini tampak pada temuan sisa massa tumor sel-sel teratoma benigna setelah berhasilnya pengobatan tumor sel germinal.
  4. Hambatan angiogenesis: eksploitasi ketergantungan sel-sel kanker untuk memicu pembentukan suplai darah mereka sendiri untuk berproliferasi (lihat Bab 1, Biologi Kanker dan Onkogen: Primer, bagian II.D). Hambatan angiogenesis sedang aktif dikejar sebagai alat untuk pengobatan kanker.
    1. Hambatan angiogenesis memiliki potensi dalam mengontrol pertumbuhan tumor dengan membatasi suplai darah tumor, dengan hanya efek terbatas pada revaskularisasi normal.
    2. Penetralan efek antiapoptosis faktor pertumbuhan endotel vaskular dapat mencegah akumulasi cacat genetik yang dapat menjadikan kanker lebih agresif seiring berjalannya waktu.
    3. Banyak penghambat angiogenesis yang telah diketahui. Beberapa dari agen-agen ini bermanfaat dalam terapi kanker, termasuk pentostatin, interferon, glukokortikoid, dan suramin. Ekstrak kartilago, heparin, dan vitamin D adalah penghambat angiogenesis tumor dalam sistem eksperimental; tak satupun dari agen-agen ini yang terlihat memiliki efektivitas klinis.

5 Comments »

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    ternyata rumit juga, ya. banyak faktor yang saling terkait

    Comment by alamendah — April 22, 2010 @ 9:01 pm | Reply

    • iya mas… pengobatan kanker itu rumit sekali..🙂
      (saya belum mampir ke rumahnya mas alam lagi nih… jd malu hehe)

      Comment by ningrum — April 22, 2010 @ 9:25 pm | Reply

  2. Almarhum Bapakku juga pakai kemoterapi, karena aku dulu masih sekolah en belum ngerti ke ilmu2 beginian, jadi ra mudeng.Ternyata Allah lebih sayang dan memanggilnya lebih dulu dari kami.

    Comment by Tanti — April 23, 2010 @ 8:35 am | Reply

    • sakit apa Mbak??
      efek samping kemoterapi memang tidak mengenakkan..
      seringkali orang yang menjalani kemoterapi merasa tersiksa selama sesi kemoterapi itu..

      Comment by ningrum — April 23, 2010 @ 9:47 am | Reply

  3. mengapa untuk kemoterapi rata-rata diperlukan terapi selama 6 siklus? apa hubungannya dengan sel tubuh manusia.

    Comment by charlie — July 12, 2015 @ 8:51 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: