catatan kecil

May 14, 2010

hilang

Filed under: catatan,dari h@T! — ningrum @ 9:36 am

ternyata rasa kehilanganku lebih besar daripada yang kuduga..

ana berangkat pagi tadi, aku bahkan tidak punya waktu untuk melepas kepergiannya. ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan.

aku cengeng, itu jelas. aku menyadari betapa aku akan merasa sangat sedih dan akan menangis jika aku benar-benar punya waktu untuk mengantar ana ke bandara.

ah, aku sungguh tidak pintar menghadapi ini, tidak pernah pintar untuk menghadapi sebuah perpisahan.

jadi disinilah aku, duduk di mushalla kampus, menunggu rapat alumni, sambil menulis ini..

pukul 08.15 aku menunggu angkutan umum hendak ke kampus. dari kemarin-kemarin ana sudah bilang bahwa pesawatnya berangkat pukul 09.00 jumat pagi. selagi menunggu angkutan umum, aku sempatkan menelpon jimmy untuk menanyakan apakah jimmy masih bersama ana dan thia. ternyata aku terlambat. sebelumnya aku sudah mencoba menghubungi ponsel ana, tapi ternyata dialihkan.

aku naik angkutan yang berhenti di depan mesjid raya. dan malah teringat ana. ana selalu naik angkutan yang berhenti didepan mesjid raya selama kuliah. ana akan menempuh perjalanan sisa ke kampus dengan berjalan kaki dari mesjid raya. jadi disanalah aku, berhenti di depan mesjid raya, menempuh perjalanan sisa ke kampus dengan berjalan kaki. meskipun ada angkutan lain dan becak yang bisa mempersingkat perjalananku ke kampus, tapi aku memilih berjalan.

tindakan yang ceroboh, mengingat aku sangat cengeng. jadilah sepanjang jalan aku ingat ana. ingat bahwa, untuk waktu yang lama, dia tidak akan berjalan di jalan itu lagi. bukannya aku tidak pernah berjalan kaki. malahan aku terlalu sering berjalan kaki menemani ana dari kampus sampai di depan mesjid raya, meskipun ada angkutan dari depan kampus yang langsung menuju rumahku, aku memilih berjalan kaki sambil mengobrol bersama ana. hal itu sudah menjadi kebiasaan kami untuk waktu yang lama. aku tidak pernah menyadari kebiasaan itu memiliki arti sampai aku menyadari bahwa tadi ketika aku berjalan kaki sendirian, ana sedang berada didalam pesawat untuk pulang ke kampung halamannya.

sepanjang jalan mataku berkaca-kaca, mengingat banyak hal..

aku dan ana bukan begitu saja menjadi dekat. butuh waktu yang lama, karena aku dan ana sama-sama bukan tipe orang yang terbuka. kami berteman berkelompok, ada banyak orang dalam kelompok itu yang saling merasa cocok satu sama lain. teteh, oki, atun, ntaz, ayu, wen2, una, jimmy, santhi, dan banyak lagi yang lain. ketika coass, di stase bawah, aku dan ana terpaut cuma 5 minggu, yang berarti kami sering berada dalam satu stase. di stase atas, aku dan ana malah cuma terpaut 1 minggu dalam setiap stase yang ada. ana merupakan cerminan gadis yang lugu. tak pernah sekalipun ana membuat aku atau teman-teman yang lain marah. ana selalu bersikap hati-hati, tidak pernah berniat menyakiti hati orang lain. karena seringnya berada dalam satu stase, aku dan ana otomatis menjadi dekat. ana sudah seperti adik sendiri bagiku. tidak ada yang istimewa dari persahabatan aku dan ana. kami cenderung menjalani sesuatu karena terbiasa. salah satunya berjalan kaki dari kampus sampai ke mesjid raya.

aneh rasanya berbicara mengenai ini. tapi ya, aku merasa untuk waktu yang lama, aku tidak akan bertemu ana. ana bukanlah orang yang akan pulang pergi Medan-Jakarta dengan mudah. begitu pula aku. dan walaupun suatu saat kami akan bertemu lagi, mungkin pada pertemuan itu segala sesuatunya telah akan menjadi begitu berbeda.

kita tidak akan benar-benar merasa kehilangan sampai mereka benar-benar pergi.

bukan hanya aku yang merasa kehilangan, teteh juga merasa sedih dan kehilangan. ketika ngobrol dengan teteh beberapa hari lalu di YM, teteh membuat ikon menangis de el el, yang menyatakan dia juga sedih dan kehilangan.

ada kenangan yang akan tetap tersimpan untuk kami, masing-masing, mengenai ana. aku menyadari bahwa, kenangan ini begitu berharga, bagi kami semua. bahwa ana akan selalu diingat karena keluguannya dan bahwa dia tidak pernah melukai perasaan orang lain..

kami akan sangat merindukan ana…

(jumat, 14 mei 2010 09.45 wib)

11 Comments »

  1. takkan dipisahkan orang-orang yang saling mencintai karena Allah.
    hatimu masih bersamanya, Ning

    Comment by nakjaDimande — May 14, 2010 @ 10:41 am | Reply

    • amiin, insya Allah Bundo..🙂

      Comment by ningrum — May 15, 2010 @ 5:34 am | Reply

  2. Ning, si aki jahat sama bundo😦

    Comment by nakjaDimande — May 14, 2010 @ 10:42 am | Reply

    • si aki belum terlatih Bundo.. nanti ning kasi tau si aki jangan ganggu Bundo sayang🙂

      Comment by ningrum — May 15, 2010 @ 5:35 am | Reply

  3. kenangan dan rindu bercampur jadi satu… gmana cara mengikisnya ya ning? bukankah kerinduan itu bgtu menyiksa?

    Comment by sunflo — May 14, 2010 @ 5:54 pm | Reply

    • ning juga ga tau mbak sunflo.. rasanya seperti ada yang benar-benar hilang😦

      Comment by ningrum — May 15, 2010 @ 5:37 am | Reply

  4. sabar y mbak..kan masih ada aku hihihi

    Comment by kang ian — May 15, 2010 @ 11:07 am | Reply

    • hehehe… mana perjanjian kita yang kemaren.. bantuin mbak nyari bakpia itu😛

      Comment by ningrum — May 19, 2010 @ 6:12 am | Reply

      • huahaha masih ingat aja..ah tar dikira bikin postingan gaje lagi xixi

        Comment by kang ian — May 19, 2010 @ 10:31 pm

  5. we are here vo you sist ^^

    Comment by ismi — May 18, 2010 @ 8:45 am | Reply

    • ismiiiiiii… alhamdulillah.. makaciy😀

      Comment by ningrum — May 19, 2010 @ 6:14 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: