catatan kecil

June 6, 2010

‘tidak’

Filed under: catatan,dari h@T! — ningrum @ 11:06 am

terkadang sulit bagi kita untuk menerima kata ‘tidak

beberapa orang cenderung tidak bisa menerima penolakan. merasa bahwa penolakan tidak seharusnya terjadi pada dirinya, apapun alasannya.

mengapa kita tidak belajar untuk menerima kata ‘tidak‘?

sekaligus belajar ikhlas, bahwa adalah sebuah kewajaran dalam hidup, kita menerima kata ‘tidak‘ sewajar kita menerima kata ‘iya‘. ketika ‘tidak‘ menghampiri kita, maka jangan pernah sekalipun memaksakannya menjadi ‘iya‘. biarkan ia menjadi ‘tidak‘ dan cobalah menerimanya sebagai bagian dari ‘tidak‘-‘tidak‘ lain dalam hidup kita. menerima ‘tidak‘ tak kan semudah menerima ‘iya‘, tapi bukan berarti ‘tidak‘ tak dapat diterima. akan ada ‘iya‘ yang lain yang akan menggantikan ‘tidak‘ tersebut. kita mungkin hanya perlu bersabar… dan ikhlas…

28 Comments »

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Padahal tanpa “tidak” tak akan terwujud “iya”.

    Comment by alamendah — June 6, 2010 @ 11:20 am | Reply

    • PERTAMA aman mas..

      bener mas, iya dan tidak itu sepasang😀

      Comment by ningrum — June 7, 2010 @ 9:02 am | Reply

  2. iya terkadang sulit menerima atau berkata TIDAK … emang harus punya prinsip dan ketegasan yaa.

    Comment by novi — June 6, 2010 @ 11:46 am | Reply

    • bener mbak novi, terkadang kita ga hanya sulit menerima kata TIDAK, tapi juga sulit mengatakannya ke orang lain🙂

      Comment by ningrum — June 7, 2010 @ 9:04 am | Reply

  3. tak selalu perasaan itu jadi pertimbangan… tkadang perasaan harus tunduk pada aturan yang haq. sehingga harus siap dengan kata TIDAK

    Comment by sunflo — June 6, 2010 @ 11:47 am | Reply

    • nah, kalo memang sudah wajib dan harus tunduk, berarti mau tidak mau harus terima ya mbak😀

      Comment by ningrum — June 7, 2010 @ 9:05 am | Reply

  4. harus siap dengan jawaban iya dan juga siap dengan tidak

    Comment by Irawan — June 6, 2010 @ 1:30 pm | Reply

    • bener banget.. selalu berusaha mempersiapkan diri dengan IYA dan TIDAK

      Comment by ningrum — June 7, 2010 @ 9:11 am | Reply

  5. ya ato tidak, itu saja…
    simpel sekali hidup ini sebetulnya

    Comment by grubik — June 6, 2010 @ 3:18 pm | Reply

    • simpel tapi juga ga simpel.. tergantung bagaimana kita memandangnya🙂

      Comment by ningrum — June 7, 2010 @ 9:21 am | Reply

  6. kuncinya sabar ya Ning.. sabar menuju ikhlas.

    selamat malam Ning sayang.

    Comment by nakjaDimande — June 6, 2010 @ 7:49 pm | Reply

    • iya Bundo.. untuk menerima TIDAK kita harus sabar dan ikhlas😉

      pagi Bundo sayang

      Comment by ningrum — June 7, 2010 @ 9:22 am | Reply

  7. Tergantung sih, kalau tidaknya untuk apa dulu, kadang ada saatnya orang juga berusaha untuk ditolak. Tapi jika kita memang tidak bisa menerima kata tidak, ya itulah diri kita adanya…

    Comment by Cahya — June 7, 2010 @ 2:10 am | Reply

    • bener juga mas cahya.. terkadang memang kita harus melihat kondisinya seperti apa.. ada saatnya kita tidak boleh menerima TIDAK begitu saja tanpa ada perlawanan. tapi ketika peluang memperjuangkannya kecil, maka mau tidak mau kita harus menerima dengan ikhlas🙂

      Comment by ningrum — June 7, 2010 @ 9:25 am | Reply

  8. iya dah y mbak..maksa ni hehehe

    Comment by kang ian — June 7, 2010 @ 9:13 am | Reply

    • dek, ndak boleh ada tindak pemaksaan lho.. harus ikhlas🙂

      Comment by ningrum — June 7, 2010 @ 9:36 am | Reply

  9. Budaya sungkan kadang masih bertengger dalam hati kita padahal adakalanya kita tak sefaham,tak setuju atau tak pas dihati kita.
    Jangan ragu untuk berkata “tidak” jika hati nurani kita memang mengharuskannya.
    Salam rindu selalu.

    Comment by BlogCamp — June 14, 2010 @ 7:26 am | Reply

    • setuju Pakdhe.. selain harus bisa menerima “tidak” kita juga harus sanggup memberi “tidak”

      salam kangen selalu

      Comment by ningrum — June 14, 2010 @ 6:01 pm | Reply

  10. Assalamu ‘alaikum wr.wb, Kak.
    Saya datang sebagai blogger newbie yang ingin berkenalan, silaturahmi dan menyerap ilmu dari para senior. Semoga kunjungan saya bermanfaat.
    Blog kakak bagus sekali-saya ingin belajar.

    Kak, mohon berkenan berkunjung ke blog saya, mohon diberikan saran2 atau nasihat agar blog tersebut bagus dan terkenal seperti blog ini. Saya tunggu kakak di Panti Asuhan, kalau datang akan saya sambut dengan lagu rebana deh.

    Salam hormat saya dari Batam.

    Wassalamu alaikum wr.wb

    Comment by Annaura — June 14, 2010 @ 7:34 am | Reply

    • Wa’alaykumussalam Wr. Wb.

      salam kenal juga annaura🙂
      saya juga masih baru lho disini..😀

      insya Allah akan mampir ke blog annaura ya

      Comment by ningrum — June 14, 2010 @ 6:04 pm | Reply

  11. Wah Artikel Mbak Ningrum ini … Kena sekali …
    terus terang saja saya (walaupun sudah setua ini) kadang masih Down kalau ada orang yang berkata TIDAK …

    Perlu kebesaran Jiwa dan Ketahanan Mental yang baik untuk selalu siap menerima Penolakan …

    salam saya

    Comment by nh18 — June 14, 2010 @ 5:06 pm | Reply

    • alhamdulillah, mudah-mudahan bisa jadi bahan introspeksi buat kita semua ya Om🙂

      saya juga masih sering kesal dengan penolakan dan kata ‘tidak’😀 tapi kita harus selalu bisa menjadi orang yang ikhlas dan bersyukur🙂

      Comment by ningrum — June 14, 2010 @ 6:06 pm | Reply

  12. setuju Mbak Ning, menerima kata’tidak’ tak semudah seperti menerima kata ‘ya’
    perlu kebesaran jiwa dan keihklasan utk dapat menerimanya.
    terimakasih Mbak Ning telah mengingatkan.
    bahwa hidup ini tak selalu menawarkan ‘ya’ utk kita.
    salam

    Comment by bundadontworry — June 15, 2010 @ 9:56 am | Reply

    • iya Bun.. hidup tak selalu menawarkan ‘ya’
      makanya kita harus selalu siap dengan tawaran ‘tidak’🙂

      Comment by ningrum — June 20, 2010 @ 6:06 am | Reply

  13. Kayaknya emang susah mengatakan kata tidak. Apalagi kalau sudah menyangkut pekerjaan dengan atasan. Berat banget dan sungkan. Padahal juga gampang untuk mengatakan tidak dengan cara sopan. Salam

    Comment by PakOsu — June 16, 2010 @ 10:33 pm | Reply

    • selalu ada jalan untuk itu Pak Osu🙂
      salam

      Comment by ningrum — June 20, 2010 @ 6:07 am | Reply

  14. xixixi..
    ===

    Mau numpang eksis..Postingan Terbaru saya ^^ makasih

    Misteri Malam Jum’at

    Muhrim atau mahram?

    Pentingnya Ilmu dalam Pernikahan

    Comment by kang ian — June 18, 2010 @ 9:00 am | Reply

    • hah?? numpang eksis?? apa tu dek?

      insya Allah nanti berkunjung ke sana🙂

      Comment by ningrum — June 20, 2010 @ 6:08 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: