catatan kecil

April 24, 2011

kacang lupa akan kulitnya

Filed under: catatan,dari h@T!,koreksi diri — ningrum @ 1:09 pm

“kacang lupa akan kulitnya”, kalimat itu tertera dalam barisan SMS yang dikirimkan kepadaku. berikut kalimat “roda itu berputar, tak selamanya orang berada di atas”.

responku kala itu bingung luar biasa. dosa apakah yang telah aku lakukan hingga aku pantas mendapatkan kedua kalimat itu? aku membalas SMS dengan memohon kerendahan hati si pengirim SMS untuk menjelaskan tindakan apa yang telah aku lakukan, yang membuatku pantas mendapatkan kedua kalimat itu. balasannya tidak jelas dan cenderung menghindari penjelasan. (more…)

Advertisements

August 8, 2010

kata-kata

Filed under: catatan,dari h@T!,koreksi diri — ningrum @ 5:06 pm

kata-kata yang baik, keluarnya dari MULUT

kata-kata yang buruk, keluarnya juga dari MULUT

jadi.. kenapa kita tidak berusaha untuk selalu berkata-kata yang baik dengan mulut kita?

tidak ada salahnya menyenangkan hati orang lain dengan kata-kata yang baik, selama hal itu tidak melanggar hukum apapun

bahkan ketika orang lain berkata-kata buruk dan menyakiti hati kita, kita masih punya pilihan untuk membalas dengan kata-kata yang baik

June 26, 2010

bukan hanya peribahasa

Filed under: catatan,koreksi diri — ningrum @ 5:57 pm

kehilangan harta berharga bukanlah hilangnya emas dan permata
melainkan hilangnya kesempatan untuk berbuat kebajikan

(more…)

January 31, 2010

berdoa

Filed under: catatan,koreksi diri — ningrum @ 6:51 am

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahih-nya, dari Abu Dzar bahwa Nabi meriwayatkan dari Allah yang berfirman (dalam hadits Qudsi),

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku haramkan kezaliman atas diri-Ku, dan Aku jadikan kezaliman itu juga haram diantara kalian, maka janganlah kalian saling berbuat zalim.

Wahai hamba-Ku, kalian semua adalah tersesat, kecuali yang Aku berikan petunjuk, maka mohonlah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah (petunjuk).

Wahai hamba-Ku, kalian semua adalah lapar kecuali yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku akan memberi kalian makan.

Wahai hamba-Ku, kalian semua dalam keadaan telanjang kecuali yang Aku berikan pakaian kepadanya, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku akan memberi pakaian kepada kalian.

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian selalu melakukan kesalahan pada malam dan siang hari, sedang Aku adalah Maha pengampun atas segala dosa, maka mohonlah ampunan kepada-Ku niscaya Aku ampuni kalian.

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan sanggup mencapai keburukan-Ku hingga kalian dapat mencelakakan-Ku dan kalian juga tidak akan sanggup meraih manfaat-Ku hingga kalian dapat memberikan manfaat kepada-Ku.

Wahai hamba-Ku, sekiranya seluruh manusia dan jin dari awal hingga akhir bertakwa seperti ketakwaan orang yang paling bertakwa di antara kalian, maka semua itu tidak akan menambah kerajaan-Ku sedikit pun.

Wahai hamba-Ku, sekiranya seluruh manusia dan jin dari awal hingga akhir durhaka seperti durhakanya orang yang paling durhaka di antara kalian, maka hal itu tidak akan mengurangi kerajaan-Ku sedikit pun.

Wahai hamba-Ku, sekiranya seluruh manusia dan jin dari awal hingga akhir berdiri di suatu padang luas, kemudian semuanya meminta kepada-Ku lalu Aku kabulkan semua permohonan mereka, maka semua itu tidak akan mengurangi apa yang Aku miliki sedikit pun kecuali hanya seperti jarum yang dicelupkan ke lautan.

Wahai hamba-Ku, semua itu hanyalah amal kalian yang Aku pelihara untuk kalian, kemudian Aku kembalikan kepada kalian. Barangsiapa yang menerima balasan yang baik, maka hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang menerima selain itu, hendaklah ia tidak menyalahkan selain dirinya sendiri.”

(dikutip dari buku Berdoalah… Anda Butuh Allah, karangan Syaikh Musthafa Al-Adawi, penerbit Aqwam)

November 22, 2009

Awal yang Baru

Filed under: catatan,dari h@T!,koreksi diri — ningrum @ 6:45 am

            Salah satu syarat untuk memulai sesuatu yang baru adalah meninggalkan, segala sesuatu yang berhubungan dengan yang lama, jauh di belakang kita. (more…)

November 8, 2009

berharganya sehat ketika sakit

Filed under: catatan,koreksi diri — ningrum @ 6:32 am

sehat akan terasa amat sangat berharga kala kita terbaring sakit tidak berdaya.

setelah terbaring sakit, ada sesal yang muncul diiringi pertanyaan, “mengapa saya tidak menjaga kesehatan saya?”. sakit itu tidak enak. terbaring tak berdaya kala virus dan bakteri tengah merajalela didalam tubuh kita. (more…)

August 28, 2009

tidak semudah membalik telapak tangan

Filed under: catatan,koreksi diri — ningrum @ 6:47 am

Mendengar cerita seorang sahabat tentang permasalahan seorang sahabat lainnya. Betapa rencana sematang apapun, bisa menjadi mentah kembali jika Allah tidak mengizinkannya terjadi. Semoga saja sahabat tersebut diberi kesabaran lebih untuk menghadapi permasalahan yang sedang dihadapinya.

Saya hanya berpikir, memutar ulang ingatan akan kejadian dan cerita yang mirip. Pernahkah merencanakan dan meniatkan sesuatu yang baik, dengan niat lillahi ta’ala, tapi kemudian setelah perencanaan matang segala sesuatunya menjadi gagal?? Mungkin kita akan bertanya-tanya, “niat saya kan baik… kenapa jadi gagal begini??” (more…)

July 6, 2009

setiap yang hidup pasti akan mati

Filed under: koreksi diri — ningrum @ 11:08 pm

kullu nafsin dzaa-iqatul maut

seringkali merasuk ke dalam benak saya. Mengingatkan saya bahwa, sesungguhnya hidup ini pasti akan berakhir dengan kematian. Kematian tidak akan pernah dapat dicegah. Kematian tidak akan dapat ditunda. Seringkali orang dengan kondisi prima tiba-tiba jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal dunia. (more…)

Memaksakan diri… berkorban…

Filed under: koreksi diri — ningrum @ 10:54 pm

Seringkali demi sesuatu kita terlalu memaksakan diri… Kita mungkin menganggap sesuatu itu begitu pentingnya sehingga kita merasa perlu memaksakan diri dan berkorban begitu banyak hal…

(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.